Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Menjaga Cahaya Ramadan Setelah Idul Fitri
Dedy Herdiana March 20, 2026 12:35 PM

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, menjaga cahaya Ramadan setelah Idul Fitri dilakukan dengan konsisten (istiqamah) dalam beribadah, seperti puasa Syawal 6 hari, menjaga shalat berjamaah, tilawah Al-Qur'an, dan sedekah rutin.

Fokus utamanya adalah merawat kebiasaan baik, menjaga lisan, dan terus menghadiri majelis ilmu untuk mempertahankan ketakwaan.

Berbicara perihal Jumat hari ini, tepatnya di hari Jumat tanggal 20 Maret 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada Jumat hari ini, berikut merupakan naskah khutbah Jumat yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber 20 Maret 2026 bertemakan "Menjaga Cahaya Ramadan Setelah Idul Fitri".

Baca juga: Teks Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Menyambut dan Memaknai Idul Fitri

Khutbah 1

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْوِفَاقِ، وَرَفَعَ قَدْرَ أَصْفِيَائِهِ فِيْ الْأَفَاقِ، وَطَيَّبَ أَسْرَارَ الْقَاصِدِيْنَ بِطِيْبِ ثَنَائِهِ فِيْ الدِّيْنِ وَفَاقَ، وَسَقَى أَرْبَابَ مُعَامَلَاتِهِ مِنْ لَذِيْذِ مُنَاجَتِهِ شَرَابًا عَذْبَ الْمَذَاقِ، فَأَقْبَلُوْا لِطَلَبِ مَرَاضِيْهِ عَلَى أَقْدَامِ السَّبَاقِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ السَّبَاقِ، صَلَاةً وَسَلَامًا اِلَى يَوْمِ التَّلَاقِ أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً صَفَا مَوْرِدُهَا وَرَاقَ، نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاَةَ مِنْ نَارٍ شَدِيْدَةِ الْاَحْرَاقِ، وَأَنْ يَهُوْنَ بِهَا عَلَيْنَا كُرْبُ السِّيَاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفَ الْخَلْقِ عَلَى الْاِطْلَاقِ، اَلَّذِيْ أُسْرِيَ بِهِ عَلَى الْبَرَاقِ، حَتَّى جَاوَزَ السَّبْعَ الطِّبَاقِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia hingga akhirat.

Baca juga: Teks Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Hari-hari ini kita berada dalam suasana Idul Fitri 1447 Hijriyah. Sebuah momen kemenangan setelah sebulan penuh kita menjalani ibadah Ramadan—menahan lapar, dahaga, serta hawa nafsu. Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembali kepada fitrah, kembali suci sebagaimana bayi yang baru dilahirkan.

Namun pertanyaannya, apakah kita benar-benar kembali suci? Dan yang lebih penting, apakah kita mampu menjaga kesucian itu?

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tanda diterimanya amal adalah adanya perubahan menjadi lebih baik setelahnya. Jika setelah Ramadhan kita kembali kepada kebiasaan lama—lalai dari shalat, ringan dalam dosa, jauh dari Al-Qur’an—maka patut kita khawatir bahwa ibadah kita belum membekas.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا

Artinya: “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.” (QS. An-Nahl: 92)

Ayat ini mengajarkan kepada kita agar tidak merusak amal kebaikan yang telah kita bangun dengan susah payah selama Ramadhan.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Sambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Ma’asyiral muslimin,

Ada beberapa tanda orang yang benar-benar meraih kemenangan di hari Idul Fitri:

1. Istiqamah dalam ibadah, meskipun Ramadhan telah berlalu.

2. Hatinya lebih lembut dan mudah tersentuh oleh kebaikan.

3. Menjauhi maksiat yang dahulu sering dilakukan.

4. Semangat berbagi dan peduli kepada sesama tetap terjaga.

Jika Ramadan adalah madrasah, maka Idul Fitri adalah kelulusannya. Namun kelulusan sejati bukan di hari ini, melainkan saat kita mampu mempertahankan nilai-nilai Ramadhan sepanjang tahun.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang kembali suci dan tetap istiqamah.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم...

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Hakikat dan Pesan Mendalam Idul Fitri

Khutbah 2

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Mari kita lanjutkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Di hari yang penuh kebahagiaan ini, Idul Fitri juga mengajarkan kita tentang silaturahmi dan saling memaafkan. Kita membuka lembaran baru dengan hati yang bersih, tanpa dendam dan kebencian.

Namun jangan sampai makna “kembali suci” hanya menjadi ucapan di lisan tanpa perubahan dalam tindakan.

Jagalah amalan-amalan yang telah kita biasakan di bulan Ramadan:

- Salat berjamaah

- Membaca Al-Qur’an

- Bersedekah

- Menahan diri dari perkataan buruk

Karena sesungguhnya Allah adalah Rabb sepanjang tahun, bukan hanya di bulan Ramadan.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Menyambut dan Memaknai Idul Fitri

Ma’asyiral muslimin,

Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai titik awal perubahan, bukan titik akhir kebaikan. Jangan kembali kepada dosa yang sama, karena kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menjaga diri hingga akhir hayat.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ  رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.