Kondisi Keuangan Baim Wong Hingga Menunggak Cicilan Rumah Terungkap, Terjadi Sebelum Nikahi Paula
Murhan March 20, 2026 12:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aktor Baim Wong mengungkap kondisi keuangannya yang sempat terpuruk.

Bahkan, mantan suami Paula Verhoeven itu sampai tak bisa membayar cicilan rumah.

Baim Wong  curhat pernah mengalami masa sulit secara finansial beberapa tahun lalu.

Dia mengungkapkan bahwa periode paling berat dalam hidupnya terjadi sekitar tahun 2018 hingga 2020.

Baim mengingat jelas salah satu momen terendah dalam hidupnya, yakni ketika tidak lagi aktif bermain sinetron dan harus memulai segalanya dari awal.

“Antara 2018 sampai 2020. Tapi bulannya saya ingat Februari. Karena saya keluar dari sinetron," ucap Baim Wong di kawasan Pesanggrahan Jakarta Selatan, belum lama ini.

"Habis itu saya membangun sendiri. Ya habis itu saya nggak bisa bayar KPR,” kata Baim.

Baca juga: Akhirnya Nagita Slavina Ungkap Status Baby Muhammad, Isu Raffi Ahmad Adopsi Anak Lagi Kini Terjawab

Baca juga: Mau Sita Rumah Vidi Aldiano, Nasib Gugatan Royalti Keenan Nasution Meski Penyanyinya Telah Meninggal

Kesulitan keuangan itu juga dipengaruhi oleh berbagai bisnis restoran yang ia jalankan sejak lama. 

Baim mengaku sempat membuka banyak restoran, tetapi sebagian besar belum memberikan keuntungan yang stabil.

“Saya sebenarnya banyak bangun restoran, sudah 10 restoran lah. Saya buka restoran dari tahun 2007 sampai balik modal, ya uangnya kebanyakan habis di situ,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuatnya harus berpikir keras untuk bertahan tanpa bergantung pada orang tua. 

Baim mengaku tidak terbiasa meminta bantuan finansial kepada keluarganya, apalagi sejak dirinya aktif di dunia sinetron.

“Susahnya itu karena nggak pernah minta lagi uang dari papa mama. Ya itu nggak terbiasa untuk minta,” katanya.

Karena tidak memiliki pemasukan tetap saat itu, Baim bahkan sempat berniat menjual mobil pribadinya yakni sebuah Alphard, demi bertahan hidup.

“Ya akhirnya nggak punya uang, ya maunya jual barang," bebernya.

"Mobil Alphard saya ingat banget sempat mau saya jual,” ujar Baim sambil tersenyum.

Beruntung, niat tersebut akhirnya urung dilakukan setelah ia mendapatkan pekerjaan baru. Dari situlah perlahan kondisinya mulai berubah.

“Akhirnya dapat kerjaan, ya nggak jadi jual,” katanya.

“Dari nggak ada kerjaan sampai buat YouTube karena nggak ada kerjaan,” kata Baim.

Namun tanpa diduga, kanal YouTube miliknya justru berkembang pesat dan menjadi titik balik dalam kehidupannya.

“Sangat. Sangat. YouTube jadi titik balik,” ujarnya.

Konten yang ia buat saat itu, terutama yang menampilkan aksi berbagi kepada orang lain, ternyata mendapat respons besar dari masyarakat.

“Nggak sengaja karena kita video yang suka bagi-bagi buat orang senang. Dulu kan namanya social experiment,” tutur Baim.

Dari pengalaman tersebut, Baim belajar bahwa karier di dunia hiburan membutuhkan keberanian untuk terus beradaptasi.

“Kalau saya tambah lama tambah berumur, masih menunggu pekerjaan dari orang kayaknya agak takut. Harus memikirkan pekerjaan yang kita buat sendiri,” ujarnya.

“Dari sinetron ke film, dari film ke YouTube, dari YouTube ke TikTok, sekarang jadi director, producer. Itu perjalanan yang butuh keberanian,” kata Baim.

Bersiap Mudik

Di sisi lain, Lebaran selalu menjadi momen penuh makna bagi Baim Wong. 

Tahun ini, Baim Wong berencana pulang ke kampung halaman di Purwakarta untuk berziarah ke makam sang ibu, almarhumah Kartini Marta Atmadja.

Baim mengatakan agenda Lebaran keluarganya sebenarnya cukup sederhana. Salah satu yang paling penting baginya adalah menyempatkan diri untuk nyekar.

“Paling standar sih ya. Mudik ke Purwakarta, nyekar orang tua," ujar Baim Wong di kawasan Pesanggrahan Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).

"Oh iya ngajak Kiano ke sana, itu aja,” kata Baim.

Rencananya nanti, Baim baru berangkat setelah menunaikan salat Ied di Jakarta. Setelah itu barulah ia menuju Purwakarta bersama keluarganya.

“Hari H (berangkat)," ucap Baim.

"Biasanya saya salat Ied dulu di sini, habis itu baru berangkat ke Purwakarta,” ujarnya.

Macet memang masih jadi kendala utama tiap mudik, tapi Baim bersyukur saat ini anak-anaknya sudah gampang diajak bepergian.

“PR-nya ya macet. Tapi kalau sekarang mereka gampang diajak. Kalau dulu susah, sekarang ke mana-mana mau aja,” kata Baim.

Namun kondisi tak menyenangkan akibat macet ini seolah sirna jika sudah di kampung halaman. 

Mudik ke kampung halaman juga selalu menghadirkan rasa rindu terhadap sosok ibunya yang telah meninggal dunia pada 2020. 

Menurut Baim, momen berkumpul bersama keluarga menjadi hal yang paling ia rindukan dari sang ibu.

“Kumpul bareng keluarga sih. Dia itu sosok orang tua aja, nggak ada dia kayaknya kurang,” ungkapnya.

“Ngomongnya kali ya… cerewet. Pertanyaan dia yang simpel-simpel kita kangen kan. ‘Buka puasa pakai apa? Sahur pakai apa?’ Kadang-kadang suka kangen gitu,” tutur Baim.

Selain itu, Baim juga merindukan masakan rumahan sang ibu yang selalu hadir di meja makan.

“Kangen, dia sering masakin saya sayur asem sama jambal, ikan peda,” katanya.

Meski berusaha terlihat kuat, Baim mengakui rasa rindu pada ibunya kadang datang secara tiba-tiba, terutama saat sedang menjalankan ibadah.

“Kadang-kadang kalau lagi salat. Kadang-kadang kan kita juga suka lupa untuk doain. Habis itu pas ngaji kadang-kadang suka inget,” ujar Baim.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.