Kabar Pilu dari NTT: Terjadi Lagi Pelajar Akhiri Hidup Sendiri
Firmauli Sihaloho March 20, 2026 02:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Peristiwa tragis kembali terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seorang pelajar dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya.

Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi pada YBR (10), siswa kelas IV SD asal Kabupaten Ngada, yang ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/01/2026).

Kali ini, peristiwa tersebut menimpa MMD (15), seorang pelajar SMP Negeri di Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.

Siswi SMP di Ende Ditemukan Meninggal di Kamar

MMD ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Jumat (20/3/2026) pagi. 

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh keluarga korban setelah tidak ada respons saat dipanggil.

Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Ende, Aipda Supardin, kejadian bermula ketika sepupu korban, Maria Ratu Jebe, mendengar Susana Sia Dao memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban.

Karena curiga, Susana kemudian membuka pintu kamar dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. 

Ia segera memanggil tetangga, Silvester Gaspar Kebu, untuk meminta bantuan.

Baca juga: Tragedi Septic Tank Meledak di Madura: Bocah 4 Tahun Tewas, Berawal dari Bensin

Baca juga: Sempat Gerimis, Warga Muhammadiyah di Bagansiapiapi Tetap Khusyuk Laksanakan Sholat Idul Fitri

Selanjutnya, mereka menghubungi paman korban, Saferius Fransiskus Dei, yang saat itu berada di rumah duka tetangga. Bersama-sama, keluarga kemudian mengevakuasi korban dari dalam kamar.

Warga sekitar menyebut korban dikenal sebagai pribadi yang cenderung tertutup, namun memiliki prestasi akademik yang baik di sekolah. 

"Bahwa selama ini korban tinggal bersama dengan keluarga sejak kedua orang tua korban berpisah. Bapak kandung korban telah menikah lagi dan saat ini berdomisili di pulau Sumba. Sedangkan Ibu kandung korban pun telah menikah lagi dan saat ini bekerja di Malaysia," terang Aipda Supardin dalam rilisnya.

Korban diketahui tinggal bersama keluarga setelah kedua orang tuanya berpisah. Ayah korban saat ini berada di Pulau Sumba, sementara ibunya bekerja di Malaysia.

Menurut keterangan keluarga, korban sempat beberapa kali mengutarakan keinginannya untuk bertemu sang ayah, namun belum mendapat izin.

Setelah menerima laporan, aparat dari Polsek Ende dan Polres Ende langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim juga melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Ndetundora.

Pemeriksaan awal oleh tenaga medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak mempersoalkan kejadian tersebut. 

Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan setelah ayah korban tiba dari Pulau Sumba.

Bocah SD di Ngada Ditemukan Meninggal di Kebun

Sebelumnya, seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di area kebun milik keluarganya pada Kamis (29/1/2026).

Korban berinisial YS, seorang anak laki-laki, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa saat dievakuasi oleh warga dan aparat setempat.

Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sebelum dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Polisi datang untuk evakuasi, namun kondisinya sudah tidak ada napas,” ujarnya, Jumat (31/1/2026).

Diketahui, korban sehari-hari tinggal bersama neneknya di sebuah pondok yang berada di kebun tersebut, sementara kedua orang tuanya tinggal di desa tetangga.

Pada malam sebelum kejadian, korban sempat menginap di rumah orang tuanya. Keesokan paginya, ia kembali ke pondok tempat tinggalnya.

Saat peristiwa terjadi, nenek korban tidak berada di lokasi karena menginap di rumah tetangga untuk membantu pekerjaan. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah diberi tahu oleh warga sekitar.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi serta penanganan awal. Hingga kini, proses penanganan dan penelusuran lebih lanjut masih dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Jika seseorang di sekitar Anda terlihat mengalami tekanan emosional atau perubahan perilaku yang mengkhawatirkan, penting untuk segera memberikan perhatian dan mencari bantuan dari pihak yang berkompeten.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.