Tangerang (ANTARA) - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, berhasil mempertahankan peringkat 10 besar layanan terbaik di dunia menurut penilaian Skytrax tahun 2026.

Berdasarkan penilaian Skytrax, sebuah lembaga independen pemeringkat penerbangan yang berkedudukan di London, Inggris, pada 18 Maret 2026 bahwa Imigrasi Bandara Soetta telah memenuhi berbagai aspek dalam kategori World’s Best Airport Immigration Services.

Beberapa aspek tersebut, antara lain memiliki poin positif di sektor kedatangan dan keberangkatan, layanan Imigrasi dan kontrol perbatasan, termasuk waktu tunggu, sistem antrean, jalur prioritas, sistem dan efisiensi e-gate (pintu otomatis) hingga efisiensi dan kesopanan staf Imigrasi.

"Ini suatu pencapaian yang luar biasa karena kita bisa mempertahankan Skytrax dari tahun lalu sampai dengan tahun sekarang, kita tetap berada urutan 10 besar dunia," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Imigrasi pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Yuldi Yusman di Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Jumat.

Menurut Yuldi, dengan raihan penghargaan dunia ini menjadi bentuk komitmen pihaknya dalam menjalankan transformasi dan inovasi pelayanan keimigrasian Indonesia, khususnya di bandara internasional.

"Penobatan tersebut merupakan bagian rangkaian capaian yang lebih luas di tingkat global, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta yang juga berhasil meraih berbagai peringkat bergengsi," ujarnya.

Dia mengatakan penerimaan penghargaan dalam ajang global ini Bandara Soekarno-Hatta juga meraih peringkat 22 dalam World's Top 100 Airport, peringkat ke delapan Best Airport in Asia, serta peringkat kedua Best Airport dalam kategori 50 sampai dengan 60 juta pergerakan penumpang.

"Indonesia membuktikan stabilitas kualitas layanan melalui penilaian pengguna jasa dari berbagai negara yang mencakup beberapa aspek, di antaranya efisiensi waktu tunggu, optimalisasi teknologi autogate, ketersediaan jalur prioritas, profesionalisme petugas di lapangan," paparnya.

Ke depan, kata Yudi, Imigrasi akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi guna memastikan layanan keimigrasian Indonesia semakin adaptif, modern, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan global.

Selain itu, pihaknya memastikan bahwa pelayanan keimigrasian selama periode mudik Lebaran berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali. Kendati, atas raihan penghargaan ini bukanlah sebagai garis akhir pencapaian, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan yang terbaik untuk masyarakat.

"Pak Menteri Imipas Agus Andrianti menegaskan bahwa teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing Indonesia. ​Kami berkomitmen terus untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat transformasi digital, memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan ramah bagi masyarakat," kata dia.