TRIBUNBATAM.id - Tragedi berdarah menimpa seorang bos es krim bernama Yusep Fernando alias YS (32) di Kepahiang, Bengkulu pada Senin (16/3/2026).
Yusep dibacok oleh pedagang balon bernama Amin alias AM di depan Toko Duta Gallery, Jalan Lintas Kepahiang, Kelurahan Dusun Kepahiang, sekitar pukul 15.30 WIB.
Insiden pembunuhan Yusep lantas menjadi sorotan publik karena dilakukan oleh rekan dekatnya sendiri.
Tetangga korban bernama Anton mengungkapkan sosok Yusep Fernando yang tinggal di Gang Serma Supardi Hara Rt.007 Rw.002 Kelurahan Pensiunan, Kabupaten Kepahiang.
"Dia tinggal disana kurang lebih dua tahun bersama istri ayah dan anaknya. Dia biasanya di rumahnya itulah," ucap Anton.
Anton mengakui bahwa Yusep sudah lama tinggal di lingkungan tersebut sebagai bos es krim.
"Aktivitas sehari-hari dia menjual es krim, dia yang mempunyai stok es krim, biasanya di rumahnya itulah dan setiap pagi anak buahnya banyak kerumah dia mengambil es krim," ungkap Anton.
Bahkan, Yusep memiliki jiwa sosial tinggi dan kerap datang ke acara di lingkungan sekitar.
"Iya normal-normal saja bergaulnya, ada acara warga sekitar dia datang mengobrol seperti biasa, tidak ada yang janggal-janggal," jelas Anton.
Meski demikian, Anton tak mengetahui konflik Yusep dengan istrinya dan rekannya.
"Kalau keributan dia bersama istrinya kurang paham aku, dan setau saya dia tidak pernah ribut dengan karyawannya," pungkas Anton.
Baca juga: Teriakan Memecah Keheningan, Ledakan Misterius Akibatkan 1 Bocah SD Tewas dan 2 Luka di Semarang
Kronologi Pembunuhan
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda mengungkapkan motif pelaku menghabisi nyawa Yusep.
Yusep dan Amin sebenarnya kenal akrab.
AKBP Yuriko menyebut nsiden berdarah tersebut terjadi tanpa perencanaan.
"Perlu kami sampaikan bahwa kejadian ini tanpa perencanaan kemudian korban dan tersangka saling kenal," ucap Yuriko.
Kejadian bermula saat terjadi pertikaian antara korban dan istri.
Korban akhirnya meminta tersangka untuk membantu mencari tahu tentang istri korban.
"Namun tersangka ini mengirim messenger ke istri korban yang bunyinya kalau saya mengirimkan pesan malam ini nanti katakan saja pada dia tidak mau lagi," jelas Yuriko.
Pesan tersebut disampaikan melalui aplikasi messenger yang diketahui oleh korban.
Korban lantas menduga adanya perselingkuhan antara istri korban dengan tersangka.
"Ada messenger masuk ini sehingga dikiranya tersangka ini adalah selingkuhan dari istri korban," jelas Yuriko.
Korban yang tersulut emosi mendatangi lokasi tersangka yang sedang berjualan balon di depan Duta Gallery.
"Korban berbicara kasar dengan nada keras mengatakan saya bunuh kamu kawan, tidak memikirkan saya sambil mengejar tersangka," ungkap Yuriko.
Korban yang terpancing emosi dan merasa terancam mengeluarkan senjata tajam miliknya yang sebelumnya digunakan untuk memotong pipa balon dagangan.
Kendati demikian, senjata tajam tersebut digunakan tersangka untuk menikam korban.
"Pada saat itu dia tidak berniat untuk membunuh, karena dia menggunakan sajamnya untuk merapikan dagangannya jadi tiba-tiba saja," beber Yuriko.
Usai menikam korban menggunakan sajam tersebut, tersangka meninggalkan lokasi kejadian dan secara sadar menyerahkan diri ke Polres Kepahiang.
"Korban lari masuk ke dalam toko masih dikejar dan ditikam terus sehingga korban terjatuh dan tidak sadarkan diri kemudian tersangka melarikan diri namun tersangka dengan sadar tanpa paksaan menyerahkan diri kepada pihak kepolisian," terang Yuriko.
Lanjut Yuriko menegaskan bahwa motif dari kejadian tersebut yakni salah paham dan rasa cemburu korban akibat tersangka ke istri korban.
"Untuk modus atau motifnya mingkin ini adalah salah paham dan cemburu karena disangkakan bahwa tersangka ini mengirim messenger ke istri korban," pungkas Yuriko.
Kesaksian Warga
Seorang pedagang mainan di lokasi, Yohan, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab keributan tersebut.
Namun, ia melihat AM sempat mendatangi YS dan mencoba melakukan pemukulan.
"Kalau pastinya kurang tahu bang, tapi saat korban tiba tadi langsung ingin meninju YS yang saat itu sedang berjualan," ungkap Yohan kepada TribunBengkulu.com, Senin (16/3/2026).
Saat kejadian, kondisi parkiran di sekitar toko sedang ramai oleh pengunjung yang datang.
Yohan mengaku dirinya baru menyadari adanya keributan ketika suasana mulai gaduh.
"Memang lagi ramai kejadian itu, kami juga melihat keributan saat sudah terjadi," tambahnya.
Keributan yang terjadi membuat situasi semakin memanas.
Terduga pelaku YS yang diduga terpancing emosi kemudian mengeluarkan senjata tajam dan langsung menyerang AM.
Korban yang datang sendirian tidak sempat menyadari bahwa YS sudah membawa senjata tajam.
Akibatnya, AM terkena bacokan dan berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke dalam toko Duta Gallery.
Pemilik toko Duta Gallery, Rozi, mengatakan peristiwa penyerangan awalnya terjadi di luar toko sebelum korban berlari masuk untuk meminta pertolongan.
"Kejadiannya itu di luar toko, tapi korban berlari ke dalam toko untuk meminta bantuan," kata Rozi.
Namun, terduga pelaku tetap mengejar korban hingga ke dalam toko.
Di dalam toko itulah korban akhirnya tergeletak di lantai dalam kondisi berlumuran darah.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut tidak berani mendekat karena pelaku masih memegang senjata tajam.
"Kalau luka pastinya tidak tahu, namun saat itu korban sudah berlumuran darah. YS ini baru berjualan di depan toko selama bulan suci Ramadhan," ujar Rozi.
Usai kejadian, korban yang mengalami luka tusuk di sejumlah bagian tubuh langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, terduga pelaku YS langsung diamankan oleh pihak kepolisian dari Polres Kepahiang.
Baca juga: Sopir Travel Ditemukan Tewas di Dalam Toilet SPBU Batang, Kuat Dugaan Kelelahan Antar Pemudik
Korban Meninggal
Bos es krim bernama Yosep meninggal dunia usai ditusuk senjata tajam di Jalan Lintas Kepahiang, tepatnya di depan toko Duta Gallery, Kelurahan Dusun Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, pada Senin (16/3/2026).
Diketahui usai insiden berdarah tersebut korban sempat dibawa ke RSUD Kepahiang untuk dilakukan penanganan secara intensif oleh dokter.
Naas, selang beberapa jam menjalani penanganan tersebut korban dinyatakan meninggal dunia.
"Iya korban telah meninggal dunia," ucap Direktur RSUD Kepahiang dr. Febi Nursanda saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Senin (16/3/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, nyawa korban tidak dapat tertolong akibat mengalami banyak luka tusuk, di antaranya luka robek pada bagian perut sedalam 2 cm.
Luka robek pada dada kiri 6 cm, luka robek pada bahu kiri sepanjang 8 cm, luka robek bahu kiri dari ketiak kiri sepanjang 2 cm.
Kemudian ada luka robek di atas tulang rusuk kiri sepanjang 1,5 cm, luka robek pada dada kanan bawah 5 cm, luka robek pada dada kanan atas 7 cm.
"Lebih dari lima luka serius yang dialami korban," ujar Febi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus penusukan tersebut guna melengkapi berkas penyidikan.
Polres Kepahiang juga memastikan proses hukum terhadap tersangka akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
(TribunBatam.id)