Duit Rp15 M Habis tapi Gagal, Caleg Nasdem Putri Dakka: Perampokan Halus, Dibuka Usai Lebaran
Edi Sumardi March 20, 2026 03:09 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Calon Anggota DPR RI dari Partai Nasdem nomor urut 7 daerah pemilihan Sulsel III pada Pemilu 2024, Putri Dakka diduga menghabiskan Rp 15 miliar guna merebut 1 dari 7 kursi.

Namun, dia tak terpilih.

Caleg terpilih dari Partai Nasdem adalah nomor urut 1, Rusdi Masse Mappasessu yang memperoleh 161.301 suara dan Eva Stevany Rataba yang memperoleh 73.910 suara.

Suara Partai Nasdem di dapil itu sebanyak 389.947.

Rusdi dan Eva sama-sama petahana.

Pada awal 2026, Rusdi mundur dari DPR RI karena pindah dari Partai Nasdem ke PSI.

Pascapengunduran diri suami Wakil Gubernur Sulsel itu, kini pengganti antarwaktu (PAW) sedang jadi rebutan di internal.

Jelasnya, ada 5 calon berpeluang menjadi PAW, melenggang ke "Senayan", duduk sebagai wakl rakyat hingga 2029.

Mekanisme PAW diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2027 tentang Pemilu; PKPU Nomor 6 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penggantian Antarwaktu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota; dan UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Berdasarkan aturan tersebut, calon PAW diambil dari Daftar Calon Pengganti (DCT) Anggota DPR yang sama pada daerah pemilihan yang sama yang menduduki peringkat suara terbanyak berikutnya.

Jika mengacu pada perolehan suara terbanyak, calon punya kans terbesar untuk jadi PAW adalah Putri Dakka.

Dia meraih 53.700 suara.

Lalu disusul Aslam Patonangi peraih 43.580 suara, Hayarna Hakim peraih 29.162 suara, M Judas Amir peraih 12.669 suara, dan Nicodemus Biringkanae peraih 4.908 suara.

Namun, Aslam telah keluar dari Partai Nasdem.

Sementara, Putri Dakka kini tersangkut isu loyalitas kepada partai.

Pada Pilkada 2024, dia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Palopo. 

Tak diusung Partai Nasdem, tapi PDIP dan PAN.

Partai Nasdem mengusung pasangan Farid Kasim Judas dan Nurhaeni.

Farid adalah putra Judas Amir, calon anggota DPR rival Putri.

Siapa berhak dan memenuhi syarat menjadi PAW Rusdi?

Selain Putri Dakka, sebelumnya nama Hayarna istri mantan Bupati Luwu Basmin Mattayang disebut punya kans.

Kursi PAW Rusdi kini bak jadi sengketa di antara para calon.

Putri Dakka di masa peluang menjadi PAW berulang kali menegaskan jika dirinya masih kader Partai Nasdem.

Baca juga: Profil Putri Dakka, Politisi Berdiri di Dua Bendera Politik: NasDem Dipertahankan, PDIP Dikendarai

Baca juga: Inilah Penyebab Nasdem Tak Usul Putri Dakka Calon PAW Rusdi Masse, Pemilik 4 Ribu Suara Berpeluang

Selain itu, Putri Dakka melalui akunnya di Facebook, Kamis (19/3/2026) kemarin, curhat menyebut menghabiskan Rp 15 miliar saat Pemilu.

Namun, suara diraih tak sebanding dengan cost politik dihabiskan.

Pemilik harta kekayaan Rp 26,6 miliar berdasarkan LHKPN itu merasa dikibuli oknum tertentu.

Selengkapnya, berikut curhat Putri Dakka.

lihat foto
Tangkapan layar posting-an Putri Dakka, caleg DPR RI dari Partai Nasdem pada Pemilu 2024.

"Kemarin aku menerima kekalahan dengan ikhlas.
Aku sadar, aku masih belajar amatiran, dan itu wajar.
Tapi bagiku, panggung ini adalah panggung kejujuran…
panggung pengorbanan…
panggung pengabdian.

Aku tidak main-main.
Aku mengorbankan hasil keringatku 15 miliar
untuk sebuah perjuangan yang kujalani dengan niat tulus.
Aku percaya.pada jagoan dan meminta berurusan pada lembaga yang iya tunjuk

Aku serahkan semuanya kepada mereka yang mengaku profesional,
yang datang dengan strategi, janji, dan keyakinan bekerja 
Namun waktu membuka semuanya…

Saat aku hanya meminta satu hal sederhana
cek data di satu wilayah
mereka bahkan tak mampu menjawab.
Artinya jelas:
tidak pernah dikerjakan.

Lebih menyakitkan lagi…
timku yang bekerja dengan hati tidak dibayar.
Operasional tidak jalan.
Dan tim yang mereka bentuk?
Hanya dua orang… dengan upah tiga juta per bulan.
Sementara komunitasku yang tulus justru difitnah,
dibenturkan denganku sendiri.

Kerja yang “katanya profesional”…
ternyata hanya topeng.
Aku rela berkorban agar timku sejahtera,
agar mereka bisa menafkahi keluarga mereka.saat dng tulus bekerja dilapangan
Tapi untuk menggaji tim selama 3 bulan,
Hanya mengeluarkan 18 juta saja
Lalu ke mana 15 miliar itu pergi?
Ini bukan lagi kelalaian.

Ini adalah perampokan halus yang dibungkus rapi.
Selesai lebaran, semuanya akan terbuka.
Tim investigasiku sudah bergerak.
Dan ternyata…
bukan hanya aku korbannya.
Data sudah terkumpul.
Modusnya seperti operandi gunung es
yang terlihat kecil, tapi menyimpan kebusukan besar di dalamnya.

Dan satu hal lagi…
Selama setahun, kamu bermain di balik layar.
Membangun fitnah.
Mencoba membunuh karakterku di depan publik.

Kenapa?
Karena kamu panik.
Karena kamu memegang uangku.
Dan kamu tahu…
53 ribu suara itu lahir dari hati nurani tanpa kalian bekerja yang kalian sebut profesional 
Kamu takut.

Takut pada cahaya yang tidak bisa kamu kendalikan.
Lalu kamu memilih cara paling kotor
menjatuhkan, memutarbalikkan, dan menyerang.
Padahal…

Lebih baik terlihat keras seperti mafia,
tapi punya empati dan kepedulian,
daripada terlihat suci,
namun sejatinya perampok yang dibungkus kemunafikan. 

Kamu bangunkan singa  
yang sdh lama tertidur pulas 
Lain kali kalau mau keker calon korban liat liat orang,
Terlalu privacy hidupku hingga kau tak mampu mengenali
Nikamati sekarang apa yang kau tanam itu yang kau petik."(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.