TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah khususnya di jalur pegunungan.
Untuk itu, BMKG mengimbau agar pemudik memilih waktu perjalanan pada pagi hingga siang hari serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur dataran tinggi dan pegunungan selama periode mudik Lebaran 2026.
"Secara umum di Jawa Tengah sudah melewati puncak musim hujan. Hujan yang terjadi biasanya ringan hingga sedang, meskipun sesekali bisa cukup deras dengan durasi singkat,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).
Kondisi cuaca tersebut relatif merata di berbagai wilayah, baik di kawasan Pantai Utara (Pantura), wilayah selatan, maupun kawasan pegunungan di bagian tengah Jawa Tengah.
Meski demikian, pemudik diimbau tetap waspada saat melintas di jalur pegunungan dan dataran tinggi karena potensi hujan di wilayah tersebut cenderung lebih tinggi.
“Untuk wilayah Pantura, tengah, dan selatan relatif aman. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan saat melintasi jalur pegunungan, karena potensi hujan biasanya lebih tinggi,” kata Yoga.
Pada masa peralihan musim seperti saat ini, hujan umumnya terjadi pada siang hingga menjelang sore hari.
Oleh karena itu, pemudik disarankan mengatur waktu perjalanan lebih awal.
Yoga juga mengimbau masyarakat yang berwisata selama libur Lebaran untuk memperhatikan kondisi cuaca, terutama di kawasan wisata alam.
BMKG memprediksi adanya potensi cuaca ekstrem bersifat lokal, khususnya di daerah bantaran sungai atau lokasi wisata air yang hulunya berada di kawasan pegunungan.
Masyarakat juga diminta aktif memantau prakiraan cuaca terkini melalui platform resmi, seperti Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat, System of Interactive Aviation Meteorology (Inasiam) untuk penerbangan, serta Indonesia Weather Information for Shipping (Inawis) untuk aktivitas maritim.