Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Suasana sukacita mulai terasa di berbagai daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, termasuk di Lampung Timur.
Namun kepolisian mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban agar momen kemenangan ini tidak ternodai hal-hal yang merugikan.
Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati mengajak masyarakat untuk merayakan malam takbiran dengan penuh khidmat dan makna.
Ia menegaskan bahwa malam takbiran sebaiknya menjadi ajang refleksi dan syiar dengan mengumandangkan takbir setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.
Dia menilai, malam takbir jangan dijadikan ajang untuk melakukan aktivitas yang berisiko, apalagi yang menjurus ke tindak pidana.
Baca juga: Kapolres Lampung Timur Cek Kesiapan Pospam dan Posyan Idul Fitri
"Kami menghimbau masyarakat untuk mengisi malam takbiran dengan kegiatan positif seperti bertakbir di masjid, mushola, atau lingkungan sekitar," katanya, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, tradisi konvoi kendaraan dan penggunaan knalpot bising tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan dan konflik sosial.
“Kita ingin suasana tetap aman dan damai. Jangan sampai kebahagiaan berubah menjadi musibah,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Heti, penggunaan petasan juga menjadi perhatian serius.
Aktivitas tersebut dinilai berbahaya dan kerap menimbulkan gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Oleh karena itu, warga diminta untuk menahan diri dan menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan.
"Mengingat potensi banyaknya kaula muda yang merayakan malam takbiran, disini peran keluarga juga disorot dalam andil menjaga kondusivitas malam takbiran,"
"Orang tua diminta harus lebih aktif mengawasi anak-anak, terutama agar tidak terlibat aksi ugal-ugalan di jalan yang dapat berujung fatal," kata dia.
Heti menambahkan, untuk memastikan situasi tetap terkendali, jajaran Polres Lampung Timur akan meningkatkan patroli dan pengamanan di titik-titik rawan.
Langkah ini diharapkan mampu mencegah potensi gangguan sejak dini.
Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, Kapolres optimistis malam takbiran dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh makna.
Sebuah perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga membawa kedamaian bagi semua.
"Mari kita rayakan Idul Fitri dengan cara yang lebih bermartabat—tenang, aman, dan penuh kebersamaan," pungkasnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)