Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin menggelar rapat koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi lonjakan arus perlintasan orang dan barang menjelang puncak perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dan Paskah 2026.
Rapat yang berlangsung di ruang rapat PLBN Motamasin tersebut melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari Administrator PLBN, Kepala Hanggar Bea Cukai, Koordinator Badan Karantina Indonesia, petugas Imigrasi, Karantina Kesehatan, hingga unsur TNI-Polri seperti Kapolsek Kobalima, Danpos Brimob Motamasin, serta Satgas Pamtas RI–RDTL Yon Armed 12/Kostrad.
Turut hadir pula perwakilan dari Kodam IX/Udayana, Koramil Kobalima, Kodim 1605/Belu, Pos TNI AL Malaka, dan jajaran pegawai PLBN Motamasin.
Agenda utama rapat itu adalah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi peningkatan aktivitas lintas batas di kawasan perbatasan Indonesia danTimor Leste.
Lonjakan mobilitas diprediksi terjadi seiring momentum dua hari besar keagamaan yang berdekatan, yang biasanya diiringi arus mudik dan peningkatan distribusi barang.
Kepala PLBN Motamasin, Engelberthus Klau, dalam keterangannya kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (20/3/2026), menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan pelayanan tetap optimal.
“Kami memastikan seluruh unsur CIQS siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik dari sisi keamanan, kelancaran, maupun aspek kemanusiaan. Koordinasi yang kuat menjadi kunci dalam mengantisipasi peningkatan arus perlintasan selama Idul Fitri dan Paskah,” ujar Engelberthus Klau.
Dalam rapat tersebut, seluruh unsur CIQS bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan instansi terkait menyepakati sejumlah langkah strategis.
Di antaranya pembentukan Posko Kesiapsiagaan PLBN, komitmen pembaruan data perlintasan secara harian hingga 4 April 2026, serta penerapan diskresi pelayanan khusus dalam kondisi tertentu dengan tetap mengacu pada standar operasional prosedur.
Selain itu, disepakati pula penyesuaian jam pelayanan perlintasan selama periode hari raya. Pada Hari Raya Idul Fitri 2026, pelayanan dibuka mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WITA.
Selanjutnya, pada 2 April 2026 pelayanan berlangsung pukul 08.00 hingga 15.00 WITA, 3 April 2026 pukul 08.00 hingga 11.00 WITA, dan pada 4 April 2026 kembali normal pukul 08.00 hingga 15.00 WITA.
Menariknya, di tengah pembatasan jam pelayanan tersebut, kawasan PLBN Motamasin tetap dibuka untuk kunjungan wisata masyarakat. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga di wilayah perbatasan.
"Melalui rapat koordinasi ini, kita berharap sinergi antarinstansi ini semakin solid dalam menghadirkan pelayanan lintas batas yang optimal, aman, dan humanis, khususnya selama periode arus mudik dan perayaan keagamaan tahun 2026," pungkas Engelberthus Klau. (ito)