AS Tetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Buron, Imbalan Rp168 Miliar Disiapkan
Faisal Zamzami March 20, 2026 05:03 PM

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC – Pemerintah Amerika Serikat menetapkan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, sebagai buron dengan imbalan hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp168 miliar.

Penetapan tersebut merupakan bagian dari program Rewards for Justice yang dikelola Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk mengumpulkan informasi intelijen terkait aktivitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Selain Mojtaba, sejumlah pejabat tinggi Iran turut masuk dalam daftar pencarian, di antaranya Ali Asghar Hejazi, Ali Larijani, Yahya Rahim Safavi, Esmail Khatib, dan Eskandar Momeni.

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS menilai IRGC memainkan peran sentral dalam penggunaan terorisme sebagai alat kebijakan negara Iran.

Sejak didirikan pasca Revolusi Iran 1979, IRGC disebut telah berkembang melampaui fungsi militernya dan memiliki pengaruh besar dalam politik serta ekonomi Iran.

Baca juga: Daftar Fasilitas Minyak dan Gas yang Jadi Target Serangan Israel-Iran,Pasokan Energi Global Terancam

Respons Iran

Menanggapi langkah tersebut, Ali Larijani menyampaikan pernyataan bernada perlawanan melalui media sosial X.

Ia mengutip ajaran Imam Hussein yang menyatakan bahwa kematian lebih baik dibanding hidup dalam penindasan.

Pernyataan itu dinilai sebagai sinyal bahwa Iran tidak gentar menghadapi tekanan dari AS.

Ketegangan Memuncak

Di tengah meningkatnya ketegangan, Israel dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran dalam serangan militer, termasuk Ali Larijani dan komandan Basij, Gholamreza Soleimani.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga mengklaim bahwa Esmail Khatib tewas dalam serangan lanjutan, yang kemudian dikonfirmasi oleh pihak Iran.

Israel menyatakan akan terus memburu pejabat senior Iran, termasuk Mojtaba Khamenei, yang hingga kini belum tampil di publik sejak disebut menggantikan posisi ayahnya.

Baca juga: Iran Nyatakan “Mata Ganti Mata”, IRGC Bersumpah Lanjutkan Perang

Iran Ancam Balasan

Sebagai respons, IRGC menyatakan telah meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel.

Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa kematian para pejabat tersebut akan menjadi pemicu kebangkitan nasional melawan apa yang disebut sebagai “front arogansi global”.

Situasi ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik antara Iran, AS, dan Israel yang berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.