TRIBUN-BALI. COM, DENPASAR – Tepat sehari setelah heningnya perayaan Nyepi Tahun Caka 1948, sebagian umat Muslim di Bali mengawali hari dengan lantunan takbir untuk menunaikan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Meski pemerintah telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada 21 Maret, namun sebagian umat Muslim biasanya memiliki hitungan penanggalan sendiri.
Saf-saf jamaah membentang rapi di atas hamparan rumput di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali pada Jumat 20 Maret 2026.
Baca juga: TERUNGKAP! Ini Penyebab Ogoh-ogoh Tainsiat Denpasar Batal Diarak ke Catur Muka
Di sudut-sudut lapangan terlihat spanduk ucapan selamat Hari Raya Nyepi masih berdiri tegak, bersanding dengan pengamanan ibadah Idul Fitri.
Sejak matahari baru saja terbit, petugas kepolisian sudah sibuk mengatur arus lalu lintas dan menata kendaraan roda dua yang memadati area parkir.
Baca juga: 10 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung Saat Hari Raya Nyepi, Kerugian Belasan Juta Rupiah
Suasana khidmat ini tidak lepas dari penjagaan ketat personel Polda Bali yang tergabung dalam Operasi Ketupat Agung-2026.
Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Bali, Kombes Pol Musni Arifin, S.I.K., M.H., yang juga menjabat sebagai Kasatgas Preventif Ops Ketupat Agung-2026, memantau langsung pergerakan personel di lapangan.
Ia memastikan setiap titik strategis tercover agar jamaah dapat beribadah tanpa rasa khawatir.
Kehadiran polisi di tengah kerumunan warga berbaju koko dan sarung ini menjadi jaminan kelancaran perayaan kemenangan bagi umat Muslim di Bali.
"Kami ingin memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan sesuai dengan Renops Ops Ketupat Agung-2026," kata Kombes Pol Musni.
"Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga masyarakat dapat melaksanakan Sholat Idul Fitri dengan khusyuk dan khidmat," sambungnya.
Langkah preventif yang diambil kepolisian tidak hanya fokus pada area inti ibadah, tetapi juga mencakup pengawasan ketat di kantong-kantong parkir untuk mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor.
Usai ibadah selesai, jamaah membubarkan diri dengan tertib. Terlihat kerumunan warga berjalan perlahan meninggalkan area lapangan melewati barisan polisi yang tetap siaga di pintu keluar. (*)