Ngabuburit di Kupang, Kawasan San Pedro Jadi Titik Favorit Berburu Takjil Warga
Tribun-video March 20, 2026 05:56 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Menjelang waktu berbuka puasa, suasana sore di Kupang terasa sedikit berbeda. Aktivitas masyarakat perlahan bergeser menuju satu tradisi yang selalu hadir setiap Bulan Ramadhan: ngabuburit.Di depan Universitas San Pedro Kupang, tepatnya di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, suasana sore tampak ramai. Deretan pedagang mulai membuka lapak sederhana mereka, menjajakan berbagai macam takjil untuk berbuka puasa.Aneka hidangan tersaji, mulai dari gorengan hangat, kue-kue tradisional, hingga minuman segar yang tampak menggoda setelah seharian menahan lapar dan haus. Aroma makanan yang baru diolah perlahan memenuhi udara, menghadirkan sensasi khas Ramadhan yang begitu akrab.Beberapa pedagang terlihat sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Ada yang menggoreng bakwan dan pisang goreng, ada pula yang meracik es buah dan minuman dingin untuk para pelanggan.Di sisi lain, pengunjung berjalan santai menyusuri deretan lapak. Sebagian datang bersama teman, sebagian lagi sendiri sambil memilih menu berbuka yang diinginkan. Suasana terasa hangat, dipenuhi percakapan ringan dan tawa kecil yang sesekali terdengar di antara keramaian.Bagi banyak orang, berburu takjil telah menjadi tradisi yang selalu dinantikan saat Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar mencari makanan untuk berbuka, tetapi juga menjadi cara sederhana menikmati suasana sore yang lebih hidup dari biasanya.Kawasan di depan Universitas San Pedro Kupang pun seolah berubah menjadi ruang pertemuan masyarakat. Mahasiswa, warga sekitar, hingga para pekerja bercampur dalam satu suasana yang akrab. Interaksi sederhana antara penjual dan pembeli menjadi bagian dari denyut kehidupan yang terasa lebih hangat selama Ramadhan.Waktu perlahan bergerak menuju Magrib.Langit sore di Kupang mulai berubah warna, sementara jumlah pengunjung semakin bertambah. Banyak orang ingin memastikan mereka telah mendapatkan hidangan berbuka sebelum azan berkumandang.Sebagian pengunjung memilih duduk santai sambil menunggu waktu berbuka, sementara yang lain membawa pulang takjil untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.Momen-momen sederhana seperti inilah yang membuat Ramadhan terasa istimewa. Ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu berbuka puasa, melainkan tentang kebersamaan, tradisi, dan cara masyarakat menikmati waktu dengan penuh makna.Dan di depan Universitas San Pedro Kupang, cerita itu selalu berulang setiap sore selama Ramadhan, tentang langkah-langkah santai menjelang Magrib, aroma makanan yang menggoda, serta kehangatan yang tercipta dari keseruan berburu takjil.(*)Program: Ngabuburit AsyikEditor: Faiz Fadhilah#ngabuburit #pasarramadhan #kuliner #ramadhan2026 #kupang
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.