BOLASPORT.COM - Gelandang Persija Jakarta, Rayhan Hannan, bicara blak-blakan soal resiko menjadi pemain bola di Indonesia yang selalu dituntut sempurna. Namun, alih-alih ciut nyali, ia memilih untuk menutuo telinga dan fokus pada apa yang bisa ia kontrol di dalam lapangan.
Rayhan Hannan menjadi salah satu pemain muda andalan Persija di Super League 2025/2026.
Pemain berusia 21 tahun tersebut tercatat telah tampil sebanyak delapan laga bersama Macan Kemayoran hingga pekan ke-25.
Ia memang tak selalu menjadi pemain pilihan utama, tetapi Rayhan Hannan merupakan salah satu pemain muda paling konsisten.
Bahkan dengan penampilan konsistennya bersama Persija, ia selalu mendapat panggilan ke Timnas U-23 Indonesia.
Ia tercatat telah mencetak dua gol dari 13 caps bersama Timnas U-23 Indonesia.
Bahkan Rayhan Hannan telah menjalani debutnya di Timnas Indonesia pada usia 20 tahun delapan bulan 10 hari di era kepelatihan Shin Tae-yong.
Walaupun ia menjadi andalan di Timnas Indonesia dan selalu dapat kepercayaan di Persija.
Namun, Rayhan Hannan tak lepas dari kritikan ataupun hujatan dari netizen saat tengah melakukan kesalahan dalam pertandingan.
Menurutnya, menjadi bagian dari Persija dan Timnas Indonesia adalah mimpi banyak orang, namun baginya ini juga menjadikan ia harus siap menjadi sasaran empuk hujatan netizen.
Ia mengaku hujatan adalah bagian dari permainan yang tak terelakan.
Menurutnya, saat pemain melakukan kesalahan tak sedikit pihak yang ingin memberikan kritikan buatnya.
Namun, sepak bola adalah panggung di mana kesalahan pasti terjadi, sehingga ia tak menutup telingga apabila dikritik.
“Mungkin banyak juga (yang menghujat). (Menanggapinya) ya mungkin part of the games juga,” ujar Rayhan Hannan sebagaimana dikutip BolaSport.com dari YouTube resmi klub, Jumat (20/3/2026).
“Mungkin ada resiko yang kita ambil juga gitu. Apalagi itu mungkin Persija juga, apalagi kalau kita main di Timnas juga kan satu Indonesia yang nonton,” ucapnya.
“Ketika kita salah passing pun ada orang yang bisa bilang ‘kok bisa sih pemain timnas salah passing’. Sementara itu, sepak bola adalah suatu permainan di mana ya isinya kesalahan.”
Ia memang terbuka apabila ada kritik yang ditunjukkan untuknya.
Namun, ia punya cara berkelas untuk membungkam para pengkritiknya.
Ia enggan ambil pusing, justru memilih untuk fokus memperbaiki kekurangan agar lebih baik lagi ke depannya.
“Jadi kalau kita salah dan takut dihujat orang ya mending gak usah main bola. Maksudnya, justru yang bisa kita kontrol ya diri sendiri,” kata Rayhan Hannan.
“Gimana cara kita bisa perform ya itu yang harus dipikirin sih bukan memikirkan apa yang orang lain pikirkan.”
Lebih lanjut, saat ditanya bagaimana tanggapannya saat dapat kritik keras dari netizen karena tak puas dengan penampilannya.
Hannan mengaku bahwa ia dan para pemain lainnya biasanya hanya berpikir mereka yang berkomentar jahat belum pernah merasakan berada di level mereka.
Untuk itu, alih-alih menangisi komentar tak menyenangkan, Hannan berusaha tetap fokus dengan diri sendiri agar bisa terus membaik.
“Ya mungkin biasanya ngobrol sama yang lain gitu ya. Kalau ada yang dihujat atau apa, ya mungkin mereka belum merasakan di level ini, jadi kita maklumi saja,” jelas Hannan.
“Jadi tidak merasa kayak dia main di sini di sini gitu, karena kita tahu juga level kita ada di mana, jadi kita tidak perlu menghiraukan orang-orang yang benar2 ada di sana,” tuturnya.