Pemudik Terjebak Antrean 5 Jam di Pelabuhan Ketapang, Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Menhub 
Aloisius H Manggol March 20, 2026 06:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sikap Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi saat meninjau antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Ketapang menuai kritik keras. Tayangan video yang viral di media sosial memperlihatkan Dudy  dan rombongan berjalan di tengah kemacetan panjang, sementara sopir-sopir yang telah menunggu berjam-jam membunyikan klakson sebagai bentuk protes.

Direktur Eksekutif Lingkar Studi Muda Nusantara, Richard Ahmad Supriyanto, menilai sikap Dudy Purwagandhi sebagai Menteri Perhubungan tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan di lapangan.

Menurut Richard, antrean kendaraan yang mengular hingga berjam-jam bukan hanya dialami pemudik, tetapi juga truk pengangkut bahan pokok dan sayur-mayur yang hendak menyeberang menuju wilayah Bali melalui Ketapang.

Baca juga: Nyepi Mencekam di Buleleng, Komang Agus Tebas Kadek Sastrawan Gunakan Samurai

“Dari tayangan yang viral di media sosial terlihat jelas rombongan menteri berjalan begitu saja di tengah situasi antrean panjang. Ini tidak menunjukkan empati kepada rakyat yang sudah menunggu 4 sampai 5 jam,” kata Richard di Tangerang, Kamis 19 Maret 2026.

Ia menilai situasi tersebut justru memperlihatkan jarak antara pejabat negara dan kondisi nyata masyarakat di lapangan. Menurutnya, pejabat seharusnya datang untuk mencari solusi, bukan sekadar melakukan peninjauan dengan rombongan besar.

Baca juga: Sehari Pasca Nyepi, Sebagian Umat Muslim Gelar Salat Id di Renon Lebih Awal

Richard bahkan meminta Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja Menteri Perhubungan. Ia menilai perilaku yang terlihat dalam video tersebut tidak mencerminkan pejabat publik yang berpihak pada rakyat.

“Kalau melihat situasi dan kondisinya, Presiden harus mengevaluasi menterinya. Pejabat publik seharusnya hadir dengan empati. Jika memang ingin turun ke lapangan, datanglah tanpa rombongan besar dan cek langsung apa penyebab antrean sampai berjam-jam,” ujarnya.

LSMN juga mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk ikut menyoroti kejadian tersebut. Menurut Richard, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap tata kelola transportasi, terutama saat momentum mudik yang selalu berulang setiap tahun.

Video yang menjadi sorotan publik memperlihatkan rombongan Dudy Purwagandhi berjalan menuju area pelabuhan didampingi sejumlah pejabat dari berbagai instansi. Dalam rekaman tersebut terdengar suara klakson kendaraan yang bersahutan dari antrean panjang di jalan menuju pelabuhan.

Sejumlah sopir bahkan terdengar meneriakkan protes karena sudah terjebak kemacetan lebih dari lima jam. Di saat yang sama, antrean kendaraan terlihat mengular panjang hingga jauh dari pintu masuk pelabuhan.
Kondisi tersebut kembali memunculkan kritik publik terhadap manajemen arus penyeberangan di lintasan Jawa–Bali yang kerap mengalami kepadatan ekstrem saat musim mudik dan libur panjang. "Jika pejabatnya peka dan punya empati, pastinya hal yang terjadi di lapangaj dan di depan matanya akan menjadi perhatiannya, skala prioritas sehingga dicarikan solusi terbaiknya," sesal Ahmad Subari, salah seorang penumpang.

Menurut Subari, momentum mudik Lebaran adalah agenda tahunan yang sudah dipastikan terjadi kepadatan dan kemacetan. "Tapi jika semuanya dipersiapkan dengan matang dan ada mitigasinya, kemacetan tidak akan berlarut larut. Pemudik masih bisa mendapatkan kepastian waktu perjalanan," kata Subari.

Masyarakat, kata diq, memaklumi jika terjadi kemacetan dan kepadatan." Tapi tidak harus ber jam jam atau sampai lebih dari 5 jam tertahan," tutup Subari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.