TribunBatam.id, Batam — Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 diperkirakan akan diwarnai kondisi cuaca yang dinamis di wilayah Kepri, namun langit dominan cerah berawan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, khususnya pada hari-H Lebaran dan periode arus mudik serta arus balik.
Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Ramlan, menyampaikan secara umum cuaca menjelang hingga saat Idul Fitri berada dalam kondisi relatif baik.
Namun, wilayah Kepri saat ini sedang memasuki masa peralihan musim, dari kemarau ke penghujan, yang berpotensi memicu perubahan cuaca secara tiba-tiba.
“Pada periode angkutan lebaran, termasuk saat hari Idul Fitri, ada potensi perubahan cuaca yang cukup signifikan. Ini yang perlu diantisipasi oleh masyarakat,” ujarnya, Jumat (20/3).
BMKG memprediksi, saat hari Idul Fitri, cuaca cenderung panas dan terik pada siang hari. Namun, kondisi tersebut dapat disertai angin yang cukup kencang dan berpotensi terjadi hujan lokal di beberapa wilayah.
Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan mudik, silaturahmi, hingga transportasi udara dan laut.
BMKG juga telah berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan maskapai penerbangan untuk mengantisipasi gangguan operasional, terutama saat proses lepas landas dan pendaratan pesawat akibat angin kencang.
Selain di darat dan udara, kondisi cuaca saat Idul Fitri juga berdampak pada perairan. BMKG memperingatkan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang, khususnya pada awal periode Lebaran.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi: Kepulauan Anambas, Kabupaten Natuna, Karimun, Bintan serta Lingga.
Gelombang laut di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 1,5 meter atau lebih, yang berisiko bagi pelayaran.
BMKG telah berkoordinasi dengan KSOP, ASDP Indonesia Ferry, dan BPTD untuk memastikan keselamatan transportasi laut selama momen Lebaran.
BMKG menegaskan bahwa informasi cuaca menjadi acuan penting bagi otoritas pelabuhan dalam menentukan izin pelayaran. Operator kapal diminta tidak memaksakan berlayar saat kondisi cuaca tidak mendukung.
Selain itu, operator juga diingatkan untuk tidak melebihi kapasitas angkut demi menghindari risiko kecelakaan. Penumpang pun diminta untuk tidak membawa barang berlebihan.
“Momentum Idul Fitri adalah waktu kebersamaan. Namun keselamatan tetap yang utama, dengan memperhatikan kondisi cuaca dan mengikuti arahan petugas,” tutup Ramlan.(TribunBatam.id/bereslumbantobing)