Pria 31 Tahun Niat Berobat gegara ISK Parah, Dokter Malah Temukan Ginjal Ketiga
GH News March 20, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Seorang pria 31 tahun di Wardha, India, mengalami infeksi saluran kemih (ISK) parah. Kondisi ini mengharuskannya berobat ke fasilitas kesehatan.

Namun, di balik keluhannya dokter justru menemukan kondisi langka di tubuhnya. Pasien tersebut memiliki ginjal tambahan.

Awalnya, pasien datang dengan keluhan nyeri di sisi kanan punggung bawah selama lima hari. Ia juga mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil serta demam tinggi lebih dari 39 derajat Celsius.

Dari pemeriksaan fisik, dokter menemukan sisi kanan perut pasien terasa nyeri saat disentuh. Urinenya tampak keruh tetapi, tanda vital seperti detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan masih dalam batas normal.

Hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar leukosit, yakni sel darah putih yang berperan melawan infeksi, cukup tinggi. Sementara itu, kultur urine mengidentifikasi bakteri Klebsiella pneumoniae yang kerap dikaitkan dengan infeksi saluran kemih, yang mengonfirmasi adanya infeksi aktif.

Hasil USG dan CT Scan Mengejutkan

Namun, pemeriksaan lanjutan menggunakan USG dan CT scan malah menangkap hal tidak terduga. Dokter menemukan adanya ginjal ketiga atau ginjal supernumerary yang menyatu dengan ginjal kanan pasien, membentuk struktur menyerupai tapal kuda.

Dikutip dari , ginjal supernumerary merupakan kelainan bawaan yang diperkirakan terjadi saat perkembangan janin akibat pembelahan sel abnormal pada tali pusar yang kemudian membentuk ginjal.

Kondisi ini terkadang dapat memicu infeksi ginjal, meski dalam banyak kasus tidak mempengaruhi fungsi ginjal normal dan kerap tidak terdeteksi.

Pada kasus ini, ginjal kiri dan kanan pasien diketahui mengalami pembengkakan serta penumpukan kalkulus atau kristal mineral. Kristal keras ini terbentuk saat urine menjadi lebih pekat.

Dalam kondisi normal, 'batu' kecil tersebut dapat keluar saat buang air kecil. Tetapi, jika menetap dapat memicu infeksi.

Tanda infeksi yang lebih serius ditemukan pada ginjal kiri, dengan adanya penumpukan kalkulus di ureter kiri. Itu merupakan saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih.

Penanganan yang Dilakukan

Untuk penanganannya, dokter memasang tabung plastik tipis atau stent di ureter kiri guna membantu aliran urine. Pasien juga diberikan antibiotik piperacillin dan tazobactam secara intravena tiga kali sehari, serta antibiotik levofloxacin setiap dua hari sekali.

Setelah menjalani pengobatan selama 48 jam disertai hidrasi, kondisi pasien dilaporkan membaik. Ia dipulangkan dan dijadwalkan kontrol satu bulan kemudian untuk pengangkatan stent serta penanganan batu ginjal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.