TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN – Program Mudik Gratis yang diinisiasi Kodaeral XIII Tarakan tidak hanya menjadi solusi transportasi bagi warga Kalimantan Utara, tetapi juga menghadirkan pengalaman tak terlupakan.
Puluhan warga tampak sumringah saat bersiap naik ke Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di Dermaga Mako Lantamal XIII, Jumat (20/3/2026).
Bagi para peserta, momen ini adalah paket lengkap: menghemat ongkos jutaan rupiah untuk keluarga sekaligus merasakan gagahnya kapal perang milik TNI AL.
Andi Muhammad Hairil, seorang agen kapal ponton asal Tanjung Selor, mengaku sangat terbantu dengan program ini.
Pria yang hendak mudik ke Sebatik ini awalnya sempat ragu saat menerima informasi tersebut dari rekannya.
Baca juga: Gelar Mudik Gratis Perdana, Kodaeral XIII Tarakan Berangkatkan 39 Warga Kaltara ke Empat Rute Tujuan
"Awalnya saya kira cuma info biasa yang belum tentu benar. Tapi setelah cek langsung, ternyata betul ada mudik gratis dari TNI AL. Daftarnya juga tidak ribet, cuma kirim foto KTP saja lewat WhatsApp," ujar Hairil.
Bagi Hairil, penghematan ini sangat terasa. Biasanya, ia harus merogoh kocek sekitar Rp150 ribu untuk rute Tanjung-Tarakan, dan bisa mencapai Rp280 ribu untuk lanjut ke Sebatik.
"Kalau ini gratis, tentu sangat membantu. Selain hemat, saya juga ingin cari pengalaman baru karena ini pertama kalinya saya naik KRI," imbuhnya.
Kisah serupa datang dari pasangan suami istri, Chandra dan Luna. Bersama anak mereka, keluarga kecil ini memanfaatkan program mudik gratis untuk pulang ke Pulau Bunyu. Luna mengaku mendapatkan informasi valid ini melalui akun Instagram resmi Lantamal.
"Biasanya kami harus bayar sekitar Rp120 ribu per orang ke Bunyu. Dengan program ini, uangnya bisa dialokasikan untuk keperluan Lebaran lainnya," kata Chandra.
Namun, bagi keluarga ini, faktor ekonomi bukan satu-satunya alasan. Ada rasa penasaran dan bangga bisa membawa anak mereka menaiki kapal perang.
Baca juga: Polres Kutai Timur Luncurkan Program Mudik Gratis Lebaran 2026 Gunakan Bus
"Sebenarnya memang pengen coba naik kapalnya juga, rasanya pasti beda," ujar Chandra sambil tersenyum.
Meski jadwal arus balik belum dipastikan, para pemudik berharap program serupa kembali tersedia saat masa liburan usai.
Harapan besar mereka, TNI AL terus konsisten menghadirkan layanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil di wilayah perbatasan dan kepulauan.