BMKG Tarakan Peringatkan Cuaca Ekstrem saat Lebaran, Hujan Lebat hingga Potensi Banjir Rob
Cornel Dimas Satrio March 20, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Berdasarkan prakiraan cuaca Tarakan, Kalimantan Utara selama periode Lebaran 2026, wilayah tersebut didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Kota Tarakan, M Sulam Khilmi saat diwawancarai terkait prakiraan cuaca menjelang dan selama masa arus mudik hingga arus balik Idul Fitri 1447 H.

Menurutnya, kondisi cuaca Tarakan dipengaruhi masih aktifnya monsoon Asia yang membawa banyak uap air ke wilayah Kalimantan Utara.

"Selama periode lebaran, cuaca didominasi hujan sedang hingga lebat. Ini karena pada periode ini monsoon Asia masih aktif, sehingga uap air yang dibawa dari wilayah Asia menuju Kaltara, termasuk Tarakan, cukup tinggi," ungkap Sulam Khilmi.

Ia menjelaskan, tingginya kandungan uap air tersebut memicu pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah Tarakan dan sekitarnya.

Dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan juga tercatat cukup tinggi.

20032026 Kepala BMKG Tarakan, Sulam Khilmi
PRAKIRAAN CUACA TARAKAN - Kepala BMKG Tarakan, Sulam Khilmi mengimbau warga Tarakan waspada potensi hujan lebat hingga banjir rob melanda selama periode Lebaran 2026.

Baca juga: H-1 Lebaran Idul Fitri 2026, Catat Jadwal Speedboat Tanjung Selor-Tarakan

Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi awan tebal dan potensi hujan masih terjadi pada awal pekan ini.

"Belakangan ini intensitas hujan memang cukup tinggi. Hari ini masih berpotensi hujan dengan tutupan awan yang cukup tebal, dan besok juga masih berpotensi hujan," jelasnya.

Namun, prediksi cuaca Tarakan akan relatif cerah pada periode 13 hingga 15 Maret 2026.

Setelah itu, potensi hujan kembali meningkat mulai 16 hingga 19 Maret dengan status kewaspadaan pada kategori kuning.

"Pada tanggal 16 sampai 19 Maret kita masuk kategori kuning lagi, artinya intensitas hujan berada pada kategori sedang hingga lebat," katanya.

Ancaman Banjir Rob

Selain potensi hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir rob di wilayah pesisir.

Sulam Khilmi menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan fase bulan baru yang bertepatan dengan posisi bulan yang sedang dekat dengan bumi atau dikenal sebagai perigee.

"Khusus tanggal 19 Maret, karena merupakan periode bulan baru dan posisi bulan dekat dengan bumi, maka ada potensi banjir rob," jelasnya.

Potensi banjir rob tersebut diperkirakan dapat terjadi dalam rentang dua hari sebelum hingga dua hari setelah tanggal tersebut.

"Jadi sekitar tanggal 17, 18, 19, sampai 20 dan 21 Maret itu perlu diwaspadai potensi banjir rob, khususnya di Tarakan dan Pulau Bunyu," ungkapnya.

BMKG juga memastikan fenomena La Nina saat ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di wilayah tersebut.

"La Nina saat ini masih lemah, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Tarakan," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.