Trigana Air Ungkap Alasan Tidak Tambah Flight ke Wamena Meski Penumpang Membludak
Marius Frisson Yewun March 20, 2026 06:17 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marius Frisson Yewun

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA – Manajemen maskapai Trigana Air mengakui lonjakan penumpang di Bandar Udara (Bandara) Wamena, Papua Pegunungan jelang Lebaran 2026 cukup padat.

Kondisi ini terlihat ketika Trigana sudah membuka 3 kali penerbangan dalam sehari, dengan kapasitas penumpang 121 orang sekali terbang, namun tetap saja ada sebagian warga yang tidak bisa terakomodasi.

Manajer Trigana Air Service Wamena, Michael Biduri ketika dihubungi di Wamena, Jumat, 20 Maret 2026, memastikan pihaknya tidak pernah mempersulit masyarakat untuk mudik.

Sebagai contoh, mereka melakukan penjualan tiket secara online dan di kantor resmi Trigana yang dapat diakses oleh siapan saja, bahkan melalui telepon genggam.

Baca juga: PKN Papua Pegunungan Desak Bupati Yahukimo Segera Usulkan Pelantikan Wakil Ketua II DPRD

"Berhubung saat ini pesawat hanya satu yang digunakan maka penerbangan ke Wamena 3 kali dan untuk ke Dekai Yahukimo 1 kali. Saat ini kita belum bisa melakukan ekstra flight untuk ke Wamena,"ungkapnya.

Sebenarnya pihak Unit Penyelenggara Badar Udara (UPBU) Kelas 1A Wamena sudah memberikan izin penambahan penerbangan, tetapi pihak maskapai memilih tidak mengambil risiko dengan satu-satunya pesawat yang dioperasikan di wilayah ini.

Michael mengatakan jika mereka memaksakan untuk menambah lagi satu flight sehingga menjadi 4 flight dalam sehari, estimasi waktu pendaratan di Bandara Wamena adalah jam 6 sore dan hal itu sangat tidak mungkin dengan kondisi daerah yang setiap sore sudah berkabut dan awan tebal. Kondisi ini akan mempengaruhi jarak pandang pilot dan sangat beresiko bagi pesawat maupun penumpang.

"Kalau kita maksimalkan lagi mungkin bisa masuk ke Wamena pukul 18.00 WIT dan itu tidak memenuhi syarat lagi untuk keselamatan pesawat dan penumpang, jadi selain kita melayani masyarakat kita juga pertimbangkan keamanan pesawat itu sendiri,"katanya

Baca juga: Jelang Lebaran 2026, ORARI Nabire Papua Tengah Berbagi Santunan untuk Santri di Distrik Makimi

Dalam penjualan tiket secara online, Trigana menyiapkan seat emergency untuk pejabat dan namun terbatas. Artinya tidak semua pejabat terlayani dalam sehari. Seat ini juga diberikan untuk urusan mendadak karena tidak mungkin sorang pejabat melakukan penerbangan setiap hari.

"Kalau tiap orang yang tidak mendapatkan tiket lalu mengharapkan seat emergency, itu tidak mungkin terlayani, karena kita melihat kapasitas pesawat penuh. Kalau saat ini tiket tak ada lagi karena memang sudah penuh,” katanya.

Michael juga memastikan faktor lain yang mempengaruhi penerbangan pada hari H perayaan Idul Fitri adalah penghentian sementara penerbangan. Langkah ini dilakukan untuk menghargai karyawan yang merayakan hari keagamaan.

Baca juga: TPNPB-OPM Bebaskan 3 Warga di Yahukimo, Sebby Sambom: Tidak Ada Lagi Jaminan Keamanan

"Untuk saat ini hanya Trigana yang melakukan 3 kali penerbangan dalam sehari, untuk penerbangan lain seperi Wins Air sekali dalam sehari, sedangkan untuk Sriwijaya 2 kali penerbangan dalam seminggu sehingga lonjakan penumpang ini lebih banyak kepada kami," tutup Michael.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.