Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Pagi itu, Jumat (20/3/2026), hamparan lapangan dan halaman masjid di berbagai sudut Kabupaten Lampung Tengah mulai dipenuhi jemaah. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang berjalan kaki sambil membawa sajadah dari rumah.
Di tengah suasana Idulfitri yang hangat, rasa tenang terasa mengalir, ibadah berjalan khusyuk tanpa gangguan berarti.
Di balik ketenangan itu, puluhan personel kepolisian sudah bersiaga sejak subuh. Mereka berdiri di titik-titik strategis, mengamati arus jemaah, sesekali membantu mengatur lalu lintas kecil di sekitar lokasi salat.
Bagi mereka, memastikan warga bisa beribadah dengan nyaman adalah bagian dari tugas yang tak terlihat, tapi terasa.
Kasi Humas Polres Lampung Tengah, Yakub Samsudin, mengatakan pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup di berbagai titik pelaksanaan salat, baik di lapangan maupun di masjid.
Baca juga: Muhammadiyah Pesawaran Gelar Salat Id di Puluhan Titik, PDM Tekankan Persatuan Umat
Tak hanya polisi, sejumlah elemen lain juga turut ambil bagian. Anggota Banser, Linmas, hingga relawan lokal tampak saling berkoordinasi. Mereka berbagi peran, ada yang berjaga, ada yang membantu jemaah lanjut usia, ada pula yang memastikan area tetap tertib.
Personel ditempatkan berdasarkan jumlah jemaah dan tingkat kerawanan masing-masing lokasi. Sementara itu, patroli mobile juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan selama pelaksanaan Salat Id.
“Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah,” ujar Yakub.
Di sisi lain, Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM Lampung Tengah, Eko Yuwono, menyebut Salat Idulfitri jemaah Muhammadiyah tahun ini digelar di 111 titik yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghormati di tengah perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri.
“Perbedaan adalah rahmat, tidak perlu disikapi secara berlebihan,” katanya.
Bagi para jemaah, mungkin pagi itu terasa sederhana, datang, salat, lalu pulang membawa kebahagiaan. Namun di baliknya, ada banyak tangan yang bekerja diam-diam, memastikan momen sakral itu tetap berjalan dengan aman, damai, dan penuh makna.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)