TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berencana mengikuti salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (21/3/2026).
Sementara, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen akan mengikuti salat Idulfitri di Kecamatan Mijen, Kabuten Demak.
Selepas melaksanakan salat Id, keduanya bakal bertemu kembali dalam open house Lebaran 2026 di Wisma Perdamaian, Tugu Muda, Kota Semarang.
Acara open house berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB, dan terbuka untuk masyarakat umum.
Sehari sebelum Lebaran 2026, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengunjungi dua ulama sepuh, KH Munif Muhammad Zuhri (Mbah Munif) di Mranggen, Demak, dan KH Fathurrohman Thohir di Kabupaten Semarang, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Kata BMKG Soal Cuaca Jateng saat Salat Idulfitri 2026: Aman
Luthfi menemui Mbah Munif di Pondok Pesantren Girikusumo, Mranggen, Demak.
Dalam kesempatan itu, Mbah Munif memberikan hadiah kacamata hitam yang langsung dipakaikan kepada Luthfi.
Pada pertemuan sebelumnya, tahun 2024, Luthfi juga mendapatkan tongkat berukir dari ulama kharismatik tersebut.
Luthfi memaknai ada pesan di setiap barang-barang pemberian kiai tersebut, di antaranya senantiasa menebar senyum kepada masyarakat dan berjuang meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Masalah kemiskinan, kami cari akarnya, indikasinya apa saja, lalu kami tangani bersama."
"Pembangunan juga kami buat roadmap agar seluruh daerah fokus pada program yang sama," jelasnya.
Mbah Munif juga menyampaikan soal infrastruktur, khususnya akses jalan Mranggen-Ungaran yang terputus akibat longsor.
Menanggapi hal itu, Ahmad Luthfi mengaku bakal melakukan penanganan.
"Insyaallah kami selesaikan,” janjinya.
Baca juga: Potensi Hujan di Pantura hingga Jalur Selatan, BMKG Sarankan Pemudik Lewati Jateng saat Pagi
Luthfi juga mengunjungi rumah KH Fathurrohman Thohir di kompleks Ponpes Al-Ittihad, Poncol, Bringin, Kabupaten Semarang.
Saat bertemu, Fathurrohman menyampaikan keluhan soal kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang Lebaran 2026.
Luthfi membenarkan hal tersebut, terutama komoditas cabai, yang dipicu faktor musim tanam dan panen di tengah curah hujan tinggi.
Namun, pihaknya sudah melakukan intervensi agar harga bisa turun.
"Kami memastikan tidak ada praktik penimbunan bahan pokok penting sehingga stabilitas pasokan tetap terjaga," terangnya. (*)