Mahasiswa ITERA Lampung Mudik H-1 Lebaran, Pilih Transportasi Umum Demi Hindari Macet
Kiki Novilia March 20, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Meski puncak arus mudik diprediksi telah berlalu, masih ada sejumlah pemudik yang tetap pulang kampung pada H-1 Idul Fitri 1447 H pada Jumat (20/3/2026).

Salah satu pemudik adalah Anggara Bagaskara, mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang menempuh perjalanan dari Lampung menuju Tangerang sebagai penumpang pejalan kaki. 

​Ditemui di area keberangkatan, Angga membagikan pengalamannya mudik di waktu yang sangat mepet. 

Menurutnya, keputusan mudik H-1 diambil karena keterikatannya dengan pekerjaan disamping kesibukannya sebagai mahasiswa.

​"Kebetulan libur kerja baru di H-1, jadi baru bisa berangkat hari ini. Prediksinya sampai di rumah tengah malam nanti," ujar Angga kepada Tribunlampung.co.id, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Terminal Rajabasa Bandar Lampung Dipadati 37 Ribu Penumpang Saat Puncak Mudik

Berbeda dengan pemandangan macet parah yang sering terlihat di media sosial beberapa hari lalu, Angga mengaku suasana mudik H-1 kali ini tergolong landai. 

"Ternyata sepi, nggak seperti yang di media sosial yang macet sampai 10 km. Di sini (pelabuhan) aman-aman saja," tambahnya.

​Tahun ini, Angga memilih moda transportasi kombinasi untuk mencapai kediamannya di Daru, Tangerang. 

Ia memulai perjalanan dari kampus ITERA menggunakan bus Damri, kemudian melanjutkan dengan kapal penyeberangan, dan akan disambung dengan kereta api dari Pelabuhan Merak hingga ke tujuan akhir.

Berbekal pengalaman enam kali mudik, Angga berpendapat bahwa menggunakan transportasi umum jauh lebih efisien dibandingkan kendaraan pribadi, terutama saat musim mudik yang rawan kemacetan.

​"Kalau macet, kendaraan pribadi nggak jadi opsi. Enak kendaraan umum, satu kendaraan bisa bawa banyak orang. Kalau kendaraan pribadi satu orang satu, malah memenuhi jalanan," jelasnya.

Meski merasa sistem penyeberangan tahun ini sudah jauh lebih baik dan teratur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Angga membagikan pengalaman saat Pelabuhan Bakauheni sedang mengerjakan pembangunan flyover untuk pejalan kaki. 

Angga memberikan sedikit catatan untuk pihak pengelola pelabuhan.

​Salah satunya, Angga selaku penumpang pejalan kaki berharap adanya penambahan petugas lapangan untuk memberikan arahan informasi kepada penumpang.

"Kadang kita bingung harus ke dermaga berapa. Lebih enak kalau banyak petugas yang standby untuk ngarahin, biar nggak perlu nanya-nanya sendiri. Untuk selebihnya lancar sih," tukasnya. 

( Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.