KGPH Panembahan Agung Tedjowulan ingin agar Keraton Kulon bisa dibuka untuk dikunjungi oleh publik. Namun, kubu PB XIV Purbaya menyebut keinginan itu tidak pas.
Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan memastikan Keraton Kilen atau Kulon akan dibuka untuk umum usai direvitalisasi.
Setelah dibersihkan dari semak belukar, rencananya revitalisasi Keraton Kulon akan segera dimulai setelah Lebaran selesai.
"Ya besok akan ditinjau, ini sudah dibersihkan dulu. Perkiraan sementara hasil koordinasi saya di lapangan, besok akan ditinjau dulu. Jadi perkiraan setelah hari raya akan dimulai revitalisasi," kata Tedjowulan saat ditemui di Pagelaran Keraton Solo, Rabu (18/3).
Tedjowulan mengatakan untuk pelaksana rencananya sama dengan revitalisasi Sanggabuwana.
"Kalau yang saya tahu pelaksanaannya itu termasuk yang dari pelaksana revitalisasi inovasi di Panggung Sanggabuwana," ucapnya.
Saat disinggung mengenai pihak Paku Buwono XIV Purbaya mengatakan tidak pas dibuka untuk umum, Tedjowulan membantah. Dirinya menyebut bahwa sebelumnya sudah bertemu dengan pihak Paku Buwono XIV Purbaya.
"Bisa, siapa yang nggak bisa, wong bocah wingi sore. Saya sudah ketemu sama mereka semuanya kok," terangnya.
Senada dengan Tedjowulan, Paku Buwono XIV Mangkubumi menegaskan bahwa Keraton Kulon bisa diakses untuk umum usai direvitalisasi.
"Bisa, boleh-boleh saja. Tidak ada masalah, aman," katanya.
Mengenai revitalisasi Keraton Kulon, PB XIV Mangkubumi mengikuti arahan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Apalagi, saat ini lokasi tersebut sudah mulai dibersihkan.
"Sama, nanti arahan dari pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan. Yang penting ini dibersihkan dulu, nanti ada kajian-kajian lain dari BPK konsepnya bagaimana nanti kita tinggal tunggu saja waktunya, nggih. Pokoknya kita bersihkan dulu," tuturnya.
Selama pembersihan Keraton Kulon, putra tertua Paku Buwono XIII itu menemukan banyak ular di sana. Selain itu, sejumlah bangunan juga 80 persen rusak.
"Kendala paling banyak malah ular sebetulnya. Ular itu banyak sekali bersarang di Keraton kalau kita tidak bersihkan itu mengganggu aktivitas yang ada di dalam Keraton walaupun ularnya sebagian tidak berbahaya tapi kita tetap antisipasi," ujar PB XIV Mangkubumi.
"Ya banyak juga bangunan yang sudah tidak layak untuk berdiri, karena memang tinggal 20%, 15%. Ya nantinya akan ada pemberitahuan sendiri melalui Paundra dari pemerintah, dari BPK konsepnya seperti apa. Tembok-tembok yang berdiri tinggal sedikit, kita bersihkan dulu kita ratakan. Pintu barat belum, masih hanya untuk keluar masuk beberapa tukang yang bersih-bersih," pungkasnya.
Kubu PBXIV Purbaya Bilang Pembukaan Keraton Kulon Tidak Pas
Sebelumnya, Pihak Paku Buwono XIV Purbaya merespons rencana revitalisasi dan pembukaan untuk umum Keraton Kilen atau Kulon. Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay menyebut, rencana pembukaan Keraton Kulon harus seizin PB XIV Purbaya.
"Kalau masalah Keraton Kilen itu bagi kami senang-senang saja untuk dibersihkan kemudian direvitalisasi, tetapi juga harus mengingat manfaatnya untuk apa. Karena sebelum-sebelumnya ketika Keraton Kilen itu selesai dibangun juga dikosongkan kemudian terbengkalai," katanya ditemui di Keraton Solo, Selasa (17/3).
Disinggung mengenai rencana pembukaan Keraton Kulon untuk masyarakat umum, Rumbay menyebut tidak pas. Menurutnya, Keraton Kulon masuk wilayah privasi Keraton Solo.
"Ya bagaimana ya, ini kan wilayah keputren ya sebenarnya, wilayah privasi keraton. Terutama Keraton Kilen itu kan dulu tempat tinggal raja PB X dengan permaisurinya yang dari Hamengkubuwono. Jadi agak kurang pas menurut saya kalau dibuka untuk umum," terangnya.







