TRIBUNJATENG.COM, BREBES — Selama bulan suci Ramadan, Bupati Brebes Paramita Widya Kusuma lebih memilih menghabiskan waktu sore hari di tengah masyarakat dengan melakukan kegiatan ngabuburit bersama warga di berbagai wilayah.
Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah kecamatan, mulai dari Salem, Larangan, hingga Losari dan sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Brebes.
Dalam kesempatan itu, Bupati Paramitha tampak duduk bersama warga, khususnya ibu-ibu, untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan serta aspirasi mereka.
Baca juga: Kolaborasi Siswa dan Mahasiswa Warnai Harmoni Ramadan Harkat Negeri di SMAN 1 Brebes
Pendekatan yang dilakukan berlangsung santai dan penuh keakraban. Ia berdialog tanpa sekat, mendengarkan berbagai cerita masyarakat tanpa tergesa-gesa, sehingga tercipta suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Selain berdialog, melalui program 'Wardoyo' ratusan paket sembako juga disalurkan langsung kepada warga.
Penyaluran bantuan dilakukan secara tatap muka tanpa perantara, sehingga interaksi antara pemerintah daerah dan masyarakat terjalin lebih dekat.
Meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang mendukung, kegiatan tetap berlangsung. Bahkan saat hujan turun, agenda berbagi dan silaturahmi tetap dijalankan dengan penuh semangat.
Pada malam harinya, Bupati melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan salat tarawih berjamaah di desa-desa, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan nilai spiritual selama Ramadan.
Baca juga: Kecelakaan di Brebes: Mobil Patroli Polisi Tarik Bodi Elf Ringsek Selamatkan Pemudik Terjepit
Kepada Tribunjateng.com Jumat 20 Maret 2026 mengatakan, menutup bulan suci, Bupati Paramita menyampaikan harapannya agar nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan, seperti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial, tetap terjaga meski bulan suci telah usai.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang telah merayakan Hari Raya Idul Fitri, seraya berharap seluruh amal ibadah yang dilakukan selama Ramadan dapat diterima.
“Semoga apa yang kita kumpulkan selama sebulan penuh ini tidak ikut pergi bersama Ramadan, dan kita dapat dipertemukan kembali di Ramadan tahun depan,” ujarnya. (pet)