TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) Pemalang-Batang Tol Road, lonjakan kendaraan terjadi lebih awal, bahkan mencapai puncaknya pada H-3 dengan angka tertinggi sepanjang periode pengamatan.
Hal itu dikatakan Asisten Manager Lalu lintas PT PBTR Nur Adzani Fajar kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Prediksi Puncak Arus Mudik Meleset, Jalan Semarang-Surakarta Dipadati Lautan Pemudik
Fajar mengatakan, pada H-10 (11 Maret 2026), jumlah kendaraan tercatat sebanyak 23.880 atau turun 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Penurunan juga terjadi pada H-9 dengan 26.130 kendaraan atau minus 5,9 persen. Namun memasuki H-8 hingga H-6, terjadi lonjakan signifikan.
Pada H-7 misalnya, volume kendaraan mencapai 43.134 atau melonjak 62,3 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Puncak arus mudik terjadi pada H-3 (18 Maret 2026) dengan jumlah kendaraan mencapai 76.732, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Sementara pada H-2 (19 Maret 2026), arus masih tergolong tinggi di angka 69.744 kendaraan atau naik 5,4 persen," kata Fajar.
Seiring dengan mulai menurunnya volume kendaraan, pada hari ini rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) resmi dihentikan.
Petugas gabungan, kemudian melakukan sterilisasi jalur di seluruh ruas yang sebelumnya digunakan untuk skema tersebut.
Sterilisasi dilakukan dengan memastikan tidak ada kendaraan yang berhenti di bahu jalan, membersihkan sisa hambatan, serta menertibkan rambu-rambu sementara.
Langkah ini penting untuk menjamin keamanan pengguna jalan saat arus lalu lintas kembali diberlakukan normal dua arah.
"Setelah arus melandai, jalur kami sterilkan terlebih dahulu sebelum dibuka kembali. Ini untuk memastikan tidak ada potensi gangguan saat kendaraan kembali melintas dari dua arah," ujarnya.
Baca juga: Puncak Arus Mudik di Banyumas: Stasiun Purwokerto Membeludak, Kendaraan Pelat B Padati Jalur Selatan
Usai proses sterilisasi, jalur tol maupun arteri secara bertahap dikembalikan ke sistem normal.
Petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan menjelang arus balik Lebaran.
"Dengan normalisasi jalur tersebut, diharapkan arus lalu lintas dapat kembali lancar dan aman, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan yang masih melakukan perjalanan," tambahnya. (Dro)