Daftar Amalan Sunah Sebelum dan Sesudah Shalat Idul Fitri, UAH Ingatkan Cukur Kumis
M.Risman Noor March 20, 2026 08:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ada beberapa amalan sebelum maupun sesudah shalat Idul Fitri 2026.

Mandi layaknya orang junub menjadi salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat idul fitri 1447 H.

Selain itu juga diingatkan agar makan terlebih dahulu. Beda dengan Idul Adha yang makan disunahkan usai shalat ied.

Simak penjelasan  mengenai sunah sebelum dan sesudah melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.

Baca juga: Pemkab HST Atur Ketertiban Malam Idulfitri, Larang Konvoi Kendaraan Berlebihan dan Gunakan Petasan

Baca juga: Amankan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H, Polres Tabalong Siagakan Ratusan Personel Gabungan

Berhias menjadi amalan sunnah yang bagus dikerjakan sambut Hari Raya Idul Fitri 2022.

Berpenampilan sewajarnya dan memakai pakaian terbaik merupakan sunnah dalam melaksanakan Idul Fitri 2022 sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW.

Ada beberapa anjuran dilakukan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri 1443 H.

Salah satunya disunnahkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat hendak shalat Idul Fitri.

Sebelum berangkat menunaikan shalat Idul Fitri, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat muslim makan terlebih dulu.

Sehingga makan sebelum shalat Idul Fitri hukumnya sunnah.

Sebulan penuh di bulan Ramadhan, umat Islam yang mukallaf menunaikan ibadah puasa, menahan rasa lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Sebagai tanda selesainya ibadah itu, umat Islam kemudian pada 1 Syawal mengerjakan salat Id.

Diriwayatkan dari Anas r.a., dia berkata: Ketika Idul Fitri Rasulullah SAW. Tidak menuju ke tempat salat sebelum makan beberapa butir kurma. Disebutkan pada riwayat lain: Rasulullah SAW. Makan Kurma tersebut dengan jumlah yang gasal.

Dalam riwayat lain disebutkan, "Pada hari Idul Fitri Rasulullah saw. tidak keluar untuk salat hingga beliau makan terlebih dahulu. Sementara pada hari raya kurban (Nahr) beliau tidak makan hingga kembali (dari salat)" (H.R. Ibnu Majah 1746).

Islam telah mengatur adab makan dan minum bagi umat Islam.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk makan menggunakan tangan kanan (bagi yang mampu). Hal ini supaya tidak meniru adab setan yang kerap menggunakan tangan kiri.

"Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim).

Baca juga: Kurangi Open House Berlebihan, Wali Kota Banjarbaru Akan Perbanyak Berbagi Lewat Aksi Sosial 


Banjarmasinpost.co.id merangkum dari berbagai sumber enam amalan sunnah yang bisa dilakukan sebelum dan sesudah menunaikan Shalat Idul Fitri.

1. Mandi Sebelum Berangkat Sholat Ied

Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa jumhur ulama’ sepakat tentang kesunnahan mandi sebelum berangkat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri.

Alasan yang menjadi sebab disunnahkannya mandi pada hari Jumat dan atau kesempatan lainnya saat kaum muslimin berkumpul secara umum, juga terdapat pada shalat Id, bahkan boleh jadi pada sholat Idul Fitri alasan itu lebih kuat.

2. Makan Sebelum Sholat Idul Fitri

Salah satu sunnah di hari Idul Fitri adalah tidak berangkat sholat sebelum memakan beberapa butir kurma.


Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sahabat Anas bin Malik, dia berkata, ‘Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak berangkat pada hari Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma, dan dia memakannya dengan jumlah ganjil.” (HR. Bukhari)

Baca juga: Salat Idulfitri dan Halal Bihalal Digelar di Balai Kota, Pemko Banjarmasin Juga Siapkan Hal Ini

Tak harus kurma, hendaknya umat Muslim yang hendak sholat Ied harus memakan sesuatu untuk mengisi perut.

3. Bertakbir di Hari Idul Fitri Lebih Keras dari pada Idul Adha

Ini termasuk sunnah yang agung pada hari Ied, berdasarkan firman Allah Ta’ala,

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Dari Walid bin Muslim dia berkata, ‘Aku bertanya kepada Al-Auzai dan Malik bin Anas tentang mengeraskan takbir pada dua Hari Raya.’ Mereka berdua menjawab, ‘Ya, dahulu Ibnu Umar mengeraskan takbir pada hari Idul Fitri hingga imam datang.”

Terdapat riwayat shahih dari Abu Abdurrahman As-Silmi, dia berkata, ‘Mereka para hari Idul Fitri lebih keras dibanding Idul Adha) Waki’ berkata, ‘Yang dimaksud (keras) adalah bertakbir.’ (Lihat Irwa’ul Ghalil 3/122).


Sedangkan Imam Daruquthni meriwayatkan bahwa Ibnu Umar apabila berangkat untuk shaat Idul Fitri dan Idul Adha, bersungguh-sungguh untuk bertakbir hingga tiba ke tempat shalat, kemudian dia terus bertakbir hingga imam datang.

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Az-Zuhri, dia berkata, ‘Orang-orang bertakbir pada hari Id hingga mereka keluar dari rumah-rumah mereka hingga ketika mereka mendatangi tempat shalat dan hingga imam datang.

Apabila imam telah datang, mereka semua diam, jika imam bertakbir, merekapun bertakbir.

Ibnu Syihab Az-Zuhri rahimahullah berkata, ‘Dahulu orang-orang bertakbir sejak mereka keluar dari rumah-rumah mereka hingga datangnya imam (ke tempat sholat untuk memulai shalat).

Baca juga: 50 Link Twibbon dan Ucapan Idulfitri 2026, Usai Download Gampang Dibagi di Medsos

Waktu takbir dalam shalat Idul Fitri dimulai sejak malam Id hingga imam masuk (ke tempat shalat) untuk melakukan shalat Id.

4. Saling Memberi Ucapan Selamat

Termasuk adab pada hari Ied adalah saling memberikan ucapan selamat yang baik satu sama lain antar sesama.

Seperti ungkapan, taqabbalallahu minna wa minkum, atau, Idun Mubarak.

Dari Jubair bin Nafir, dia berkata, ‘Para shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, apabila berjumpa pada hari Id, mereka satu sama lain saling mengucapkan, taqabbalallahu minna wa minka.’ Ibnu Hajar berkata, sanadnya hasan (Fathul Bari, 2/446).

5. Berhias Pada Dua Hari Idul Fitri

Ibnu Umar berkata, ‘Umar radhiallahu anhu mengambil (membeli) sebuah jubah dari sutera yang dijual di pasar, lalu dia mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, belilah ini dan berhiaslah dengannya untuk Hari Raya dan menyambut tamu.’ Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak mendapatkan bagian (di hari kiamat)” (HR. Bukhori)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyetujui tindakan Umar untuk berhias pada hari Id, akan tetapi yang dia ingkari adalah membeli baju tersebut, karena terbuat dari sutera.

Dari Jabir radhialahu anhu, dia berkata, Adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki gamis yang biasa beliau pakai untuk shalat dua Hari Raya dan hari Jumat. (Shahih Ibnu Khuzaimah)

Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu Umar memakai pakaian yang paling bagus pada Hari Ied.

(banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.