Waduk Sei Gesek di Bintan Mulai Kering, Ribuan Pelanggan Terancam Krisis Dihari Lebaran 2026
Eko Setiawan March 20, 2026 09:07 PM

TRIBUNBATAM.id, BINTAN -  Cuaca panas terasa menyengat di pinggir jalan Gesek, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (20/3/2026) siang.

Sudah hampir satu bulan hujan tak terjadi lagi di wilayah Toapaya, Kabupaten Bintan. 

Terakhir hujan turun Selasa (17/2/2026) yang lalu.

Fenomena ini membawa dampak buruk bagi masyarakat di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. 

Waduk Sei Gesek yang selama ini penuh dengan air kini terancam kering.

Gundukan tanah mulai terlihat di dasar waduk tersebut. 

Debit air pun tinggal sedikit. Air di waduk itu selama ini menjadi andalan kebutuhan hidup masyarakat setempat. 

"Saya sedang waswas air tak jalan lagi di area Tanjungpinang. Besok mau Lebaran banyak kebutuhan, mandi dan dll," kata warga Tanjungpinang, Adyttia.

Sudah beberapa hari ini, dia terpaksa membelinya air bersih. 

"Saya sudah pesan air bersih, tapi tak datang-datang. Biasanya ramai jadi harus antre," kata dia.

Sekali beli air, Adyttia mengeluarkan uang Rp 70 ribu. Harga tersebut dia bisa mendapatkan air 1000 liter.

Pjs Kasubag Produksi PDAM Tirta Kepri, Abdur Razak mengatakan bahwa ketinggian air di Waduk Sei Gesek mengalami penyusutan signifikan. 

"Ketinggian air waduk dalam kondisi normal sekitar 2 meter lebih, sedangkan saat ini hanya di angka sekitar 70 sentimeter," akunya.

Ia mengatakan bahwa pihak PDAM Tirta Kepri belum bisa mengoperasionalkan air ke rumah warga selama 24 jam lagi.

Untuk mengatasi hal itu, beberapa tangki sudah keliling menyalurkan air bersih di Bintan dan Tanjungpinang. 

Baca juga: Warga Mahligai Alami Kekeringan, Polres Natuna Bantu Salurkan Air Bersih Gratis

PDAM Tirta Kepri telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi air terus menyusut, antara lain dengan memasang karung-karung pasir atau sandbag. 

"Tujuannya supaya air dari tali air masuk ke intak agar Waduk Sei Gesek tetap bisa beroperasi," ujarnya. 

Pembersihan tali air di Waduk Sei Gesek juga telah dilakukan, kemudian dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) juga telah melakukan perbaikan di kultur bangunan. 

Ia mengatakan bahwa PDAM Tirta Kepri telah menyiapkan skenario apabila air waduk terus menyusut, yaitu dengan mengalihkan aliran air ke Waduk Sei Pulai.

Skenarionya adalah Waduk Sei Gesek akan melayani pelanggan PDAM Tirta Kepri dari Sei Gesek hingga Batu 10 Tanjungpinang. 

Sementara itu, pelanggan dari Sei Pulau ke Batu 10 Tanjungpinang akan dialiri air dari Waduk Sei Pulai. 

"Pembagiannya 2000 pelanggan dilayani waduk Gesek, sementara 5000 lainnya di layani waduk Sei Pulai Tanjungpinang. Totalnya 7000 pelanggan," kata dia.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penyediaan air. 

"PDAM menyediakan air dan pemerintah menyiapkan mobil tangki untuk mengambil air di PDAM, lalu air didistribusikan ke warga yang mengalami krisis air," katanya.

Abdur Razak mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan air dengan bijak dan tidak membiarkan air terbuang sia-sia. 

"Laporkan segera ke PDAM jika ditemukan pipa PDAM yang bocor, agar segera ditangani," pesannya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.