TRIBUNBATAM.id, TEGAL – Perjalanan mudik yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan justru berubah menjadi tragedi memilukan. Satu keluarga asal Bekasi harus meregang nyawa di ruas Tol Pejagan–Pemalang, saat mereka hanya tinggal selangkah lagi tiba di kampung halaman.
Kecelakaan maut itu terjadi di KM 290B, Desa Harjosari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Kamis (19/3/2026) pagi, tepat di tengah arus mudik Lebaran yang padat.
Mobil Toyota Calya yang ditumpangi lima anggota keluarga tersebut menabrak bagian belakang bus yang sedang berhenti di bahu jalan. Diduga, pengemudi mengantuk hingga kehilangan kendali.
Awalnya, empat orang dinyatakan meninggal dunia. Namun harapan sempat tersisa pada seorang balita berusia tiga tahun yang selamat dalam kondisi kritis.
Sayangnya, beberapa jam kemudian, balita tersebut mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Duka pun menjadi sempurna lima nyawa dalam satu keluarga tak tersisa.
Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri, menjelaskan kecelakaan terjadi saat sistem one way diberlakukan.
“Diduga pengemudi mengantuk. Tidak ditemukan tanda pengereman, kendaraan langsung menabrak bagian belakang bus yang berhenti dengan lampu darurat menyala,” ungkapnya.
Keluarga tersebut diketahui berangkat dari Bekasi menuju Pemalang untuk merayakan Lebaran bersama sanak saudara. Ironisnya, mereka hanya tinggal beberapa kilometer lagi dari pintu keluar tol tujuan.
“Seharusnya sudah hampir sampai, exit Tol Gandulan sudah dekat. Tapi kecelakaan terjadi lebih dulu,” tambahnya.
Identitas korban pun terungkap. Mereka adalah Gunawan (43) bersama istrinya Devi Agustina (34), serta tiga anak mereka Narendra Dewan Gaozan (9), Nafisah Maisaroh (12), dan sang bungsu yang baru berusia tiga tahun.
Seluruh jenazah telah dipulangkan ke kampung halaman di Kecamatan Petarukan, Pemalang, untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit di tengah euforia mudik Lebaran. Rasa lelah dan kantuk di perjalanan bisa berubah menjadi ancaman mematikan jika diabaikan.