Gema Malam Takbir Mengalun di Sela Ngembak Geni, 495 Personel Polda Bali Diterjunkan Jaga Keamanan
Ngurah Adi Kusuma March 20, 2026 10:03 PM

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI, DENPASAR – Polda Bali mengerahkan 495 personel untuk mengamankan perayaan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kota Denpasar pada Jumat 20 Maret 2026.

Pengamanan ini dilakukan di tengah suasana umat Hindu yang sedang menjalani Ngembak Geni, rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1948, guna memastikan dua momentum besar keagamaan tersebut berjalan berdampingan dengan damai.

Ratusan personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Agung 2026 ini disebar untuk menjaga kekhusyukan umat Muslim yang merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. 

Kehadiran kepolisian di lapangan bukan sekadar menjaga keamanan fisik, melainkan memastikan toleransi di Bali benar-benar menjadi denyut kehidupan yang nyata.

Baca juga: Biasanya Meriah, Gema Takbir di Masjid Besar Kepaon Tanpa Pawai Obor Keliling, Ini Kata Pengurus

Di mana gema takbir dan suasana refleksi pasca Nyepi saling menghormati satu sama lain.

Fokus pengamanan dipusatkan pada lima masjid besar yang menjadi titik sentral ibadah di Denpasar, yakni Masjid Baiturahman di Jalan Ahmad Yani, Masjid Ukhuwah di Jalan Kalimantan, Masjid Baitul Makmur di Jalan Gunung Merbuk Tegal, Masjid At-Taqwa Polda Bali di Jalan WR. Supratman, serta Masjid An-Nur di Jalan Diponegoro. 

Di setiap lokasi, petugas kepolisian melakukan pendekatan humanis dengan berkoordinasi langsung bersama pengurus masjid untuk menyesuaikan pola pengamanan dengan tata cara pelaksanaan ibadah masing-masing.

Selain menjaga titik ibadah, Polda Bali secara tegas memberikan himbauan agar masyarakat tidak melakukan takbiran dengan cara konvoi kendaraan di jalan raya.

Larangan ini bertujuan untuk menjaga kesucian malam takbiran itu sendiri sekaligus mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di ruang publik. 

Baca juga: Mudik 2026: Keberangkatan Ribuan Penumpang di Terminal Mengwi Sempat Ditunda, Ini Alasannya

Pengaturan lalu lintas juga diperketat di sekitar lokasi masjid guna menjamin mobilitas warga tetap lancar tanpa hambatan berarti.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menegaskan bahwa pengerahan personel ini merupakan komitmen penuh Polri dalam merawat keberagaman yang menjadi identitas kuat Pulau Dewata. 

Ia menyebutkan bahwa momentum tahun ini merupakan potret indah bagaimana dua umat beragama bisa saling menjaga kenyamanan ibadah sesamanya.

“Momentum ini menunjukkan wajah Bali sebagai pulau toleransi. Dua perayaan besar yang berlangsung hampir bersamaan dapat berjalan berdampingan dengan penuh saling menghormati," kata Kombes Pol Ariasandy. 

"Kami hadir untuk memastikan seluruh masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” imbuhnya. 

Baca juga: Antrian Gilimanuk Tembus 30 KM, Ketua MTI Bali Sebut Skema Gagal: Jadikan Ini Sebagai Pembelajaran

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk tidak memicu keramaian yang tidak perlu, seperti arak-arakan kendaraan yang berpotensi mengganggu ketertiban. 

Ia mengajak masyarakat untuk memaknai malam kemenangan ini dengan cara-cara yang khidmat dan damai.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbiran keliling menggunakan kendaraan,”

“Mari kita jaga suasana tetap khusyuk, tertib, dan saling menghormati, sehingga perayaan ini benar-benar membawa kedamaian bagi semua,” pungkas perwira melati tiga tersebut. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.