Renungan Harian Kristen Markus 14:39-40, Doa Berulang dan Kehendak Allah yang Mulia
Alpen Martinus March 20, 2026 10:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Untuk berbicara dengan Tuhan Yesus, kita diajarkan untuk berdoa.

dalam Alkitab juga kita diajarkan demikian.

Namun kita tidak bisa memaksakan kehendak kepada Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yeremia 17:7, Kekuatan dari Kepercayaan Kepada Tuhan

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul Doa yang Berulang dan Kehendak Allah yang Mulia.

Bacaan Alkitab dimbil dalam Markus 14:39-40.

Pernahkah kita berdoa dan tidak dijawab oleh Tuhan.

Atau adakah doa yang sudah lama dan berulang-ulang kita panjatkan kepada Tuhan, tapi belum dikabulkan oleh Tuhan?

Sebenarnya, semua doa kita kepada Allah, dijawab-Nya sesuai cara terbaik yang Tuhan lakukan untuk kebaikan kita.

Ada doa kita yang langsung dijawab, ada yang ditunda, ada juga yang Tuhan jawab dengan tidak mengabulkannya.

Karena Tuhan tahu bahwa yang terbaik untuk kita, bukan yang kita doakan, tetapi apa yang Tuhan sediakan.

Karena Tuhan selalu menyediakan yang terbaik bagi kita, melebihi apa yang kita harapkan dan doakan.

Artinya jawaban Tuhan atas doa kita adalah, ya, belum (tertunda) atau dalam bentuk lain.

Misalnya kita minta uang, tapi Tuhan memberikan pekerjaan.

Tetapi selalu yang Tuhan sediakan dan jawab untuk doa kita adalah yang terbaik. 

Selain untuk kebaikan kita, jawaban doa Tuhan kepada kita juga adalah untuk kebaikan atau untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Bahwa kita harus menjadi saluran berkat bagi sesama.

Jadi, Allah menghendaki agar kita umat-Nya mendapatkan atau menerima yang terbaik dari Dia, dan juga memberikan yang terbaik bagi dunia dan orang-orang di sekitar kita.

Jadi, jawaban doa untuk kita tidak untuk kebaikan kita saja, tetapi juga untuk kebaikan orang lain, sebab kita sama-sama sebagai manusia ciptaan Tuhan yang harus saling mengasihi, menolong dan saling menghidupkan.

Ketika berada di taman Getsemani ditemani oleh 3 murid-Nya yakni Petrus, Yakobus dan Yohanes, Yohanes sampai 3 kali berdoa kepada Allah.

Setiap berdoa, dia maju beberapa langkah ke depan sehingga terpisah dari ketiga murid-Nya.

Setiap pergi maju untuk berdoa, Yesus berpesan kepada mereka agar berjaga-jaga dan berdoa juga.

Namun, setiap kali Dia kembali kepada mereka, ketiganya selalu tertidur.

Tidak ada yang terjaga atau bangun, apalagi berdoa di tengah situasi genting dan menyiksa itu.

Semua mereka tertidur pulas, tak sadarkan diri.

Mereka tak tahu menahu lagi tentang keadaan ataupun nasib Sang Guru Maha agung karena tertidur. 

Maka waktu Yesus kembali untuk ketiga kalinya dan Yesus mendapati mereka masih sedang tidur, kemudian Yesus membangunkan lagi.

Saat itu, mereka sudah tak tahu harus menjawab apa lagi kepada Yesus.

Karena mata mereka memang sudah berat.

Mereka sangat mengantuk, sehingga mereka tidak bisa lagi memberikan jawaban apapun kepada Yesus karena keadaan itu. 

Untuk ketiga kalinya, Yesus berdoa, doa yang itu juga, di tempat itu juga.

Dia memelas memohon Bapa mengabulkan doa-Nya untuk melepaskan Dia dari penderitaan itu.

Tetapi jawaban doa kepada Yesus adalah,  melakukan kehendak-Nya dengan tidak membebaskan Dia dari sengsara-Nya.

Yesus harus tetap menderita.

Itulah jawaban doa-Nya. 

Dia harus mati tersalib, itulah kehendak Allah.

Yesus harus berkorban untuk kebaikan dan keselamatan umat manusia. 

Jadi doa Yesus, tidak dikabulkan demi kebaikan orang lain.

Dia hidup bukan untuk diri-Nya sendiri.

Tetapi hidup untuk kehidupan umat manusia.

Itu adalah misi dan kehendak Bapa.

Sebab jika doa Yesus dikabulkan Bapa dengan membebaskan-Nya dari kesengsaraan itu, maka seluruh umat manusia akan dihukum Allah dan binasa.

Maka Yesus pun menerima keputusan dan kehendak Bapa.

Dia menjalani Viadolorosa dan mati untuk kita. 

Demikian firman Tuhan hari ini.

Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga. 

Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya. (ay 39-40)

Sahabat Kristus, hendaklah kita sabar menderita seperti Yesus.

Kita harus sedia menerima apapun kehendak Tuhan dalam hidup kita dengan penuh ucapan syukur.

Apapun jawaban doa kita dari Allah, syukuri.

Sebab, itulah yang terbaik bagi kita dan bagi sesama.

Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita.

Percayalah, Allah telah merancangkan suatu kebaikan dan damai sejahtera serta berkat melimpah bagi kita, asal kita tekun dan setia berdoa kepada-Nya dan melakukan kehendak-Nya.

Doa kita yang berulang itu, didengar oleh Allah.

Dia tahu kedalaman hati kita.

Dia pasti memberikan yang terbaik dalam hidup kita.

Ikutilah kehendak-Nya.

Tugas kita adalah berdoa dan mengerjakan apa yang kita doakan serta mendoakan apa yang kita kerjakan.

Selanjutnya, biarlah Tuhan yang bekerja.

Jika Tuhan bekerja, maka yang paling baik dalam hidup kita, itulah yang akan kita tuai.

Sebab Dia sangat mengasihi kita, jauh lebih dari kita mengasihi diri kita sendiri.

Terpujilah Tuhan Yesus yang telah berkorban untuk keselamatan kita. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.