TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 9 bedug ditabuh para jemaah berbaju koko merah saat Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, mengawali malam takbiran menyambut Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026),
Pantauan Tribunnews, gema takbir tersebut dimulai ketika salat isya berjamaah rampung dilakukan.
Kemudian, para jemaah Masjid Istiqlal berkumpul ke depan.
Dituntun lafal takbir, para jemaah tampak larut mengikuti. Mereka ada yang ikut mengabadikan gema takbir tersebut di kamera ponsel dalam jarak yang cukup dekat.
"Saya dari sore, buka puasa di sini, paling sampai jam 10 malam, lalu pulang," kata Furqon (29), warga Lubang Buaya, saat ditemui Tribunnews.
Warga lainnya yang mengunjungi Masjid Istiqlal, Arbawi (42) sengaja datang ke Istiqlal karena dua hal.
"Rumah saya dekat di Gunung Sahari. Pengin saja ke sini karena waktu iktikaf puasa kemarin gak sempat, lagi sakit, jadinya baru ke sini sekarang," kata dia.
Baca juga: 30 Balasan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026: Berisi Doa, Rasa Syukur, dan Terima Kasih
Diketahui, sejumlah menteri hadir dalam Gema Takbir Akbar Nasional 1447 H.
Sejumlah menteri yang hadir di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Sebelumnya, Pemrintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini berbeda dengan Organisasi Kemasyarakatan Islam, Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (19/3).
Perihal perbedaan ini pemerintah dan DPR mengimbau masyarakat tetap menjaga kerukunan beragama serta saling toleransi.
“Semoga hal ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia yang sekaligus mencerminkan persatuan kita sebagai sesama anak bangsa dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat konferensi pers penetapan 1 Syawal 1447 H di Kantor Kemenag RI, Jakarta, Kamis malam (193/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan, jika ada sebagian umat Islam yang sudah merayakan Idulfitri esok hari, ia mengimbau untuk saling menghormati.
“Andaikan ada masyarakat yang memahami dan percaya, memutuskan bahwa 1 Syawal di hari esok Jumat, bisa ditoleransi dan ini tidak menjadi perbedaan di antara kita sebagai umat Muslim, dan mari kita menjaga ukhuwah dengan baik,” kata dia.
Adapun pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Sabtu, karena didasarkan hasil sidang isbat yang menjadi forum musyawarah dengan menimbang data hisab dan hasil rukyatul hilal atau pengamatan hilal di berbagai wilayah Indonesia.
Nasaruddin menyampaikan, kesimpulan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, karena hasil pengamatan hilal di seluruh wilayah Indonesia, disebutkan hilal tidak terlihat dari Sabang hingga Merauke atau tidak memenuhi syarat sesuai kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
CAPTION: MALAM TAKBIRAN: Suasana Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, saat menggelar malam takbiran untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 1447. Sejumlah warga tampak menghadiri masjid tersebut, masuk ke lantai utama masjid untuk ikut menikmati malam takbiran, Jumat (20/3/2026)/Tribunnews.com Reza Deni