Harga Bitcoin Terkoreksi ke Level Kisaran 70.000 Dolar AS, Ini Penyebabnya
Wahyu Aji March 20, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga Bitcoin mengalami penurunan ke kisaran 70.000 dolar AS setelah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sinyal kebijakan moneter yang masih cenderung ketat. 

Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, termasuk revisi kenaikan  inflasi Amerika Serikat menjadi sekitar 2,7 persen serta suku bunga yang bertahan di kisaran 3,50%-3,75%.

Sebelumnya, Bitcoin sempat menguat mendekati 76.000 dolar AS pada Selasa (17/3) didorong arus masuk dana institusional ke spot Bitcoin ETF sebesar 199,37 juta dolar AS hingga sesi ketujuh berturut-turut, sementara total arus masuk selama tujuh hari mencapai 1,16 miliar dolar AS. 

Hal ini menunjukkan minat investor besar yang masih terjaga meski pasar mengalami volatilitas. Namun, setelah pertemuan FOMC, para investor melakukan penyesuaian yang mempengaruhi pergerakan harga, tercermin dari koreksi sekitar 7–8%.

Merespons hal tersebut, Vice President Indodax, Antony Kusuma, mengatakan pergerakan pasar saat ini dipengaruhi oleh hasil FOMC yang membentuk ekspektasi baru investor terhadap kebijakan moneter.

“Keputusan FOMC yang mempertahankan suku bunga acuan serta revisi naik proyeksi inflasi menunjukkan arah kebijakan The Fed yang masih cenderung hawkish. Pasar pun menangkap sinyal bahwa inflasi belum turun secepat harapan, sehingga likuiditas ke aset berisiko seperti kripto menjadi lebih terbatas. Namun, ini merupakan bagian dari penyesuaian pasar terhadap dinamika ekonomi global yang terus berkembang,” ujar Antony, dikutip Jumat (20/3/2026).

Dalam keputusan terbarunya, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75n menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi sekitar 2,7%. 

Ketua The Fed, Jerome Powell, menyampaikan, penurunan suku bunga akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi, di tengah ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi. 

Kondisi ini membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat menjadi lebih terbatas, sehingga mempengaruhi minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Pergerakan Bitcoin saat ini berada di kisaran 70.000 dolar AS, dengan area 70.000 dolar AS–72.000 dolar AS menjadi level support penting yang dicermati oleh investor. 

Selama level ini mampu bertahan, pergerakan harga berpotensi tetap stabil dalam jangka pendek, didukung oleh arus masuk dana institusional yang membantu menyerap tekanan jual. 

Namun jika harga melewati level support ini, penyesuaian harga berpotensi berlanjut ke level yang lebih rendah.

"Pada kondisi pasar saat ini, sentimen pasar cenderung dipengaruhi oleh faktor makroekonomi. Namun bagi investor, fase koreksi dan konsolidasi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk menata kembali strategi investasi secara lebih bijak dengan manajemen risiko yang tepat dan fokus jangka panjang," papar Antony.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.