Semarang (ANTARA) - Warga Perumahan Tlogosari, Semarang, menggelar arak-arakan bajaj hias, Jumat malam, untuk memeriahkan malam takbiran menyambut Lebaran yang selama ini telah menjadi tradisi tahunan.

Kendaraan roda tiga yang ditumpangi anak-anak dan remaja tersebut menyusuri rute sejauh lima kilometer, diiringi dengan rombongan sepeda motor, sembari mengumandangkan takbir.

Ketua Panitia Malam Takbiran Masjid Al Ikhlas Semarang Arianto Wibowo menjelaskan pawai malam takbiran menjadi agenda rutin tahunan menyambut Lebaran.

"Biasanya, kami menyewa kereta odong-odong untuk malam takbiran. Namun, tahun ini kami ingin mencoba konsep yang lain. Arak-arakan bajaj," katanya.

Kebetulan, kata dia, bajaj saat ini memang sedang tren di Semarang, sehingga dimanfaatkan untuk sarana arak-arakan malam takbiran.

Sebanyak 25 bajaj yang mengikuti pawai tersebut, dihias dengan kembang manggar berwarna-warni dan ornamen khas Lebaran.

Peserta arak-arakan adalah anak-anak dan remaja di lingkungan RW 14 Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Semarang.

Ia bersyukur karena perayaan malam takbiran kali ini sangat meriah diikuti oleh puluhan anak-anak dan remaja, termasuk ibu-ibu yang antusias ikut berkeliling kompleks perumahan.

"Alhamdulillah tahun ini sangat meriah. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih meriah dengan konsep yang baru lagi," katanya.

Seorang ibu memotret anaknya di dalam bajaj yang digunakan untuk pawai malam takbiran di Semarang, Jumat (20/3/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Untuk rute pawai, dimulai dari Masjid Al-Ikhlas Kawung, Bundaran Tlogosari, menuju Jalan Woltermonginsidi, lalu masuk Jalan Kyai Syakir, Jalan Syuhada, Jalan Nogososro, dan berakhir di titik semula.

Sementara itu, Efan (10), salah satu peserta pawai malam takbiran mengaku senang karena bisa naik bajaj berkeliling kompleks bersama kawan-kawan sebayanya.

"Senang banget bisa naik bajaj. Kalau kemarin (Lebaran tahun lalu) kan naik odong-odong. Seru. Enak naik bajaj," katanya.

Di sepanjang jalan, pawai bajaj juga bertemu rombongan arak-arakan malam takbiran dari wilayah lain yang menaiki odong-odong, mobil dan becak hias, maupun berjalan kaki.