Tradisi Pawai Obor Kampung Jodipan Hidupkan Suasana Malam Takbiran di Kota Malang
Ndaru Wijayanto March 20, 2026 11:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Semarak Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah cukup terasa di kampung Jodipan Wetan Kota Malang pada Jumat (20/3/2026).

Warga kampung Jodipan merayakannya dengan melakukan pawai obor dengan berkeliling kampung.

Kegiatan ini sudah menjadi bagian tradisi yang rutin diselenggarakan oleh warga Jodipan di malam takbiran.

Suasana pun semakin meriah, karena banyak dari anak-anak yang turut serta dalam kegiatan ini.

Sejak selepas salat Isya, warga mulai berkumpul di titik awal pemberangkatan, tepatnya di poros Jalan Jodipan Wetan Gang 1.

Dengan membawa obor yang menyala, mereka berkeliling kampung sambil mengumandangkan takbir.

Baca juga: Sejarah Kampung Warna-Warni Jodipan Malang, Permukiman Kumuh yang Kini Jadi Spot Favorit Wisatawan

Pawai obor yang dilakukan oleh warga di kampung Jodipan Kota Malang
PAWAI OBOR - Pawai obor yang dilakukan oleh warga di kampung Jodipan Kota Malang di malam takbiran untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026).

Suasana itu menciptakan nuansa religius yang kental menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pawai obor ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakat Jodipan dari tahun ke tahun. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antar warga Jodipan yang dikenal dengan sebutan Jodipaness.

Menariknya, antusiasme tidak hanya datang dari kalangan orang dewasa. 

Anak-anak terlihat sangat bersemangat mengikuti pawai tersebut. 

Meski membawa obor dengan bara api yang menyala, mereka tampak percaya diri dan tetap dalam pengawasan orang dewasa.

Baca juga: 10 Tempat Wisata Malang Murah Anti Bikin Kantong Bolong, Kampung Warna-warni Jodipan hingga Macito

Sepanjang rute pawai, gema takbir terus berkumandang, berpadu dengan cahaya obor yang berkelap-kelip di sepanjang jalan kampung. 

Suasana semakin semarak dengan suara petasan yang sesekali dinyalakan, menambah kemeriahan malam takbiran.

Salah satu warga setempat mengatakan, pawai obor ini menjadi momen yang selalu dinanti, terutama oleh anak-anak. 

Selain sebagai bentuk syiar, kegiatan ini juga menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi warga.

"Setiap tahun pasti ada, dan anak-anak selalu paling semangat. Ini sudah jadi tradisi yang kami jaga bersama," kata Muhammad Farid, muda mudi Jodipan.

Suasana semakin meriah ketika rombongan pawai obor melintas di depan Masjid Roisiyah Kota Malang.

Petasan dan kembang api pun dinyalakan. Membuat suasana semakin meriah.

Pawai ini pun tak luput dari perhatian warga sekitar.

Mereka rela berjejer di pinggir jalan untuk menunggu dan melihat rombongan pawai datang.

Sebelum akhirnya pawai diakhiri dengan masuk kembali ke Jalan Jodipan Wetan Gang 1 yang artinya pawai kembali masuk ke dalam kampung.

"Memang kegiatan seperti ini sudah turun temurun yang terus kami lestarikan," ujarnya.

Menurut Farid, tujuan utama dari pawai obor ini adalah untuk mempererat kebersamaan warga sekaligus menghadirkan kebahagiaan di tengah masyarakat.

Utamanya saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

"Ya intinya supaya warga Jodipan ini semakin guyub rukun dan bisa membahagiakan orang-orang di kampung," ungkapnya.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, Farid menyebut anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 10 juta. 

Dana tersebut diperoleh dari iuran sukarela warga dan para perantau yang masih peduli dengan kampung halamannya.

"Anggaran sekitar Rp 10 juta, dari iuran teman-teman dan warga. Termasuk warga yang sudah di luar, tapi masih antusias ikut berkontribusi," jelasnya.

Tradisi ini pun menjadi simbol kuat kebersamaan warga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Sekaligus juga menjadi bukti bahwa nilai gotong royong dan kekompakan masih terjaga di tengah masyarakat perkotaan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.