Warga Muhammadiyah Nagan Raya Shalat Idul Fitri di Masjid At-Taqwa
Eddy Fitriadi March 21, 2026 12:03 AM

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Warga Muhammadiyah Nagan Raya melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid At-Taqwa di Gampong Kuta Makmu, Kecamatan Kuala, Jumat (20/3/2026).

Shalat tersebut dengan telah genap berpuasa 30 hari dan masuk 1 Syawal  Muhammadiyah berlangsung dengan penuh khidmat.

Pelaksanaan ini bagi warga Muhammadiyah merujuk pada keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tokoh masyarakat sekaligus pengurus Masjid At-Taqwa yang juga bertindak sebagai imam, Drs HM Basir menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini. 

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ini merupakan buah dari kesepakatan bersama masyarakat gampong.

“Alhamdulillah, pelaksanaan ibadah berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan. Ini semua adalah hasil musyawarah masyarakat gampong. Dengan adanya kesepakatan ini, seluruh elemen masyarakat, termasuk warga Muhammadiyah, dapat bersama-sama melaksanakan shalat Id dengan suasana yang aman dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Khatib dalam pelaksanaan tersebut adalah Edy Saputra, Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat sekaligus dosen STAIN Tengku Dirundeng Meulaboh, menyampaikan khutbah yang menggugah kesadaran jamaah tentang makna sejati Idul Fitri.

Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk tidak menjadikan Idul Fitri sekadar tradisi tahunan, tetapi sebagai titik evaluasi diri atas kualitas ketakwaan yang telah dibangun selama Ramadhan.

Khatib mengangkat pesan mendalam dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang empat indikator utama ketakwaan yang menjadi ukuran keberhasilan seorang hamba setelah Ramadhan.

Pertama, al-khawfu min al-jalil, yaitu rasa takut kepada Allah yang melahirkan ketaatan, bukan sekadar ucapan. 

Kedua, al-‘amalu bil-tanzil, yakni komitmen mengamalkan Al-Qur’an dalam seluruh aspek kehidupan. 

Ketiga, al-qana‘atu bil-qalil, yaitu sikap merasa cukup yang melahirkan ketenangan dan menjauhkan dari kerakusan. Dan keempat, al-isti‘dad li yaumir-rahil, yaitu kesiapan menghadapi kehidupan akhirat dengan memperbanyak amal saleh.

Khatib menegaskan bahwa tanda diterimanya Ramadhan adalah istiqamah setelahnya. 

"Ramadhan bukan tujuan, tetapi sarana. Jika setelah Ramadhan kita tetap menjaga ibadah, akhlak, dan hubungan sosial, maka di situlah letak keberhasilannya,” pesannya di hadapan jamaah.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi, serta menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperbaiki hubungan antarsesama.

Baca juga: Brimob Batalyon C Pelopor Salurkan Zakat Fitrah ke Warga Nagan Raya

Sementara itu, H Hariyadi SP, Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Nagan Raya, turut menyampaikan rasa bahagia dan syukurnya atas pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang berlangsung dengan penuh kebersamaan tersebut.

“Kami merasakan kebahagiaan yang luar biasa bisa melaksanakan shalat Id bersama masyarakat di gampong ini. Pelaksanaan ini juga menunjukkan bagaimana keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dapat berjalan seiring dengan hasil musyawarah masyarakat," ujarnya

Dikatakan, pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid At-Taqwa tahun ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga simbol kuat dari persatuan dan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan.

Di tengah perbedaan waktu pelaksanaan, masyarakat tetap menjaga harmoni, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai musyawarah.(*)

 

 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.