Korlantas Polri Klaim Angka Kecelakaan Mudik 2026 Turun 3 Persen, Korban Jiwa 24 Persen
Acos Abdul Qodir March 21, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan sinyal positif terkait evaluasi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Berdasarkan hasil monitoring nasional, angka kecelakaan lalu lintas selama periode pulang kampung tahun ini diklaim mengalami penurunan.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, memaparkan bahwa jumlah peristiwa kecelakaan secara nasional mencatatkan penurunan sebesar 3,12 persen.

Data ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pengamanan di jalur mudik utama.

"Kamseltibcarlantas kami laporkan bahwa peristiwa kecelakaan ada penurunan. Dari peristiwa jumlah kecelakaan itu turun 3,12 persen," ujar Agus dalam jumpa pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/3/2026) malam.

Kata dia angka korban meninggal dunia saat arus mudik tahun ini juga mengalami penurunan sebesar 24,68 persen dibanding pada tahun 2025.

"Ini tentunya berkat kita semuanya untuk hadir di lapangan, Pospam, Pos Pengamanan, Pos Terpadu. Tentunya ini perlu kita semuanya untuk dipertahankan ke depan," jelasnya.

Senada dengan Kakorlantas, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengungkapkan tren positif tersebut saat memantau Pos Terpadu Lapangan Merdeka, Medan, Jumat malam. 

Sigit menyebut angka kecelakaan turun 3,23 persen, sementara angka kematian merosot hingga 24,61 persen.

"Oleh karena itu tentunya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat pemudik," kata Jenderal Sigit.

Ia pun mengimbau pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan dan memanfaatkan pos pelayanan untuk beristirahat.

Baca juga: Jangan Nekat! Operator Truk Sumbu 3 di Arus Balik Lebaran Bakal Ditindak

Catatan Merah di Ruas Jalan Tol

Meski secara total nasional diklaim menurun, data berbeda sempat dilaporkan dari sisi teknis operasional.

Paminbinwas Subdit Dakgar Dirgakkum Korlantas Polri, Ipda Hanny Neno, mengungkapkan adanya dinamika di lapangan di mana angka kecelakaan sempat mencatatkan kenaikan 1,97 persen pada pantauan Kamis (19/3/2026).

Kenaikan ini khususnya disumbang oleh insiden di jalan tol yang mencapai 22 kejadian.

"Untuk laka lantas selisih di tahun 2025, 2026 naik 1,97 persen," kata Hanny di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat.

Wilayah Subang dan Batang dilaporkan menjadi titik dengan kasus kecelakaan tol terbanyak, disusul ruas Jagorawi (Bogor) dan Cimahi.

Hanny menyebut faktor kelelahan dan kelalaian pengemudi saat mendahului kendaraan lain menjadi pemicu utama.

"Biasanya kemungkinan kelalaiannya karena lelah bisa jadi, banyak faktor yang kemungkinan bisa terjadi," pungkas Hanny.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.