Takbiran Pawai Obor Kampung Jodipan Hidupkan Suasana Malam Lebaran di Kota Malang
Dyan Rekohadi March 21, 2026 12:32 AM

 

Laporan : Rifky Edgar 

SURYA.CO.ID, MALANG - Warga kampung Jodipan  Wetan Kota Malang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan melakukan takbiran pawai obor dengan berkeliling kampung, Jumat (20/3/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi bagian tradisi yang rutin diselenggarakan oleh warga Jodipan di malam takbiran.

Suasana pun semakin meriah, karena banyak dari anak-anak yang turut serta dalam kegiatan ini.

Baca juga: Salat Ied di Stadion Gajayana Malang, Jamaah Muhammadiyah Diajak Introspeksi dan Jaga Kerukunan

 

Antusias Tinggi Warga Termasuk Anak-Anak

Sejak selepas salat Isya, warga mulai berkumpul di titik awal pemberangkatan, tepatnya di poros Jalan Jodipan Wetan Gang 1.

Dengan membawa obor yang menyala, mereka berkeliling kampung sambil mengumandangkan takbir.

Suasana itu menciptakan nuansa religius yang kental menjelang Hari Raya Idul Fitri.


Pawai obor ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakat Jodipan dari tahun ke tahun. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antar warga Jodipan.

Menariknya, antusiasme tidak hanya datang dari kalangan orang dewasa. 

Anak-anak terlihat sangat bersemangat mengikuti pawai tersebut. 

Meski membawa obor dengan bara api yang menyala, mereka tampak percaya diri dan tetap dalam pengawasan orang dewasa.

"Setiap tahun pasti ada, dan anak-anak selalu paling semangat. Ini sudah jadi tradisi yang kami jaga bersama," kata Muhammad Farid, muda mudi Jodipan.

Baca juga: Pemudik ke Malang Perlu Antisipasi, Prediksi Puncak Arus Mudik Mulai Besok 18-19 Maret 2026

 

Dinanti di Sepanjang Rute Pawai


Sepanjang rute pawai, gema takbir terus berkumandang, berpadu dengan cahaya obor yang berkelap-kelip di sepanjang jalan kampung. 

Salah satu warga setempat mengatakan, pawai obor ini menjadi momen yang selalu dinanti, terutama oleh anak-anak. 

Selain sebagai bentuk syiar, kegiatan ini juga menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi warga.

Suasana semakin meriah ketika rombongan pawai obor melintas di depan Masjid Roisiyah Kota Malang.

Petasan dan kembang api pun dinyalakan. Membuat suasana semakin meriah.

Pawai ini pun tak luput dari perhatian warga sekitar.

Mereka rela berjejer di pinggir jalan untuk menunggu dan melihat rombongan pawai datang.

Pawai diakhiri dengan masuk kembali ke Jalan Jodipan Wetan Gang 1 yang artinya pawai kembali masuk ke dalam kampung.

 

Anggaran Rp 10 Juta

Untuk penyelenggaraan tahun ini, Farid menyebut anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 10 juta. 

Dana tersebut diperoleh dari iuran sukarela warga dan para perantau yang masih peduli dengan kampung halamannya.

"Anggaran sekitar Rp 10 juta, dari iuran teman-teman dan warga. Termasuk warga yang sudah di luar, tapi masih antusias ikut berkontribusi," jelasnya.

Tradisi ini pun menjadi simbol kuat kebersamaan warga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Sekaligus juga menjadi bukti bahwa nilai gotong royong dan kekompakan masih terjaga di tengah masyarakat perkotaan.

 




© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.