Hari Raya Idul Fitri Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu Capai 1 Kilometer di Atas Kawah
Joanita Ary March 21, 2026 12:35 AM

WARTAKOTALIVECOM, Lumajang — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan pada Jumat (20/3/2026) pagi. 

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan awan panas guguran yang terekam oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru sejak pukul 05.26 WIB.

Berdasarkan laporan resmi PPGA, erupsi berlangsung selama kurang lebih lima menit dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter.

Letusan tersebut juga disertai kolom abu vulkanik yang membumbung hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak kawah, menandakan adanya tekanan gas yang cukup kuat di dalam perut gunung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa awan panas guguran (APG) yang terjadi mengarah ke sektor tenggara, tepatnya menuju aliran Besuk Kobokan. Jarak luncur awan panas diperkirakan mencapai 3,5 kilometer dari pusat erupsi.

Fenomena awan panas guguran merupakan salah satu karakteristik erupsi eksplosif Semeru yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Material vulkanik berupa campuran gas panas, abu, dan batuan meluncur dengan kecepatan tinggi mengikuti alur lembah, sehingga wilayah sepanjang Besuk Kobokan menjadi zona yang harus diwaspadai.

Meski demikian, Isnugroho memastikan bahwa hingga laporan terakhir diterima, luncuran awan panas telah berhenti dan tidak menimbulkan dampak langsung terhadap permukiman warga.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat peristiwa tersebut.
Kondisi ini, menurut dia, tetap harus diwaspadai mengingat aktivitas Gunung Semeru yang masih fluktuatif.

Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi otoritas setempat, termasuk tidak beraktivitas dalam radius bahaya yang telah ditetapkan, khususnya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Secara historis, Semeru merupakan gunung api aktif dengan pola erupsi yang relatif rutin, namun dapat meningkat sewaktu-waktu menjadi lebih eksplosif.

Oleh karena itu, pemantauan intensif terus dilakukan oleh petugas vulkanologi guna mengantisipasi potensi erupsi susulan.

Peristiwa pada Jumat pagi ini kembali menjadi pengingat bahwa dinamika alam di kawasan cincin api Indonesia menuntut kewaspadaan berkelanjutan, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.