Tradisi ini merupakan perpaduan syiar agama, seni budaya, dan ajang kebersamaan warga
Karawang (ANTARA) - Ribuan warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tumpah ke jalan raya di wilayah perkotaan sekitar Karawang dalam merayakan malam takbiran keliling, Jumat malam.
Pantauan di sekitar wilayah perkotaan Karawang, Jumat, warga merayakan malam takbiran keliling dengan menggunakan mobil terbuka sambil membawa bedug dan pengerah suara.
Di sepanjang jalan, dari atas mobil terbuka, mereka melantunkan kumandang takbir dengan diiringi tabuhan bedug.
Selain itu, ada juga warga yang memeriahkan malam takbiran dengan menggunakan sepeda motor. Mereka berkeliling keliling perkotaan Karawang.
Sementara warga lainnya menonton dari sisi jalan "pagelaran" takbir keliling tersebut.
Warga juga tumpah ke jalan raya Ahmad Yani Karawang, di depan kantor Pemkab Karawang, menyaksikan Festival Ngadulag dan Takbir Keliling yang digelar Pemkab Karawang.
Festival Ngadulag dan Takbir Keliling di Karawang berlangsung cukup meriah dengan partisipasi peserta dari 30 kecamatan.
Penampilan arak dulag dari tiap kecamatan sukses menarik perhatian berbagai kalangan, menciptakan suasana yang meriah sekaligus kondusif.
Ngadulag merupakan tradisi masyarakat Sunda menabuh bedug secara ritmis dan kompak. Biasanya dilakukan untuk meramaikan malam takbiran Idul Fitri dan Idul Adha. Tradisi ini merupakan perpaduan syiar agama, seni budaya, dan ajang kebersamaan warga.
Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat menggelar Festival Ngadulag dan Takbir Keliling yang dibagi ke dalam beberapa zona, pada malam takbiran menyambut lebaran tahun ini.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh, di Karawang, Jumat menyampaikan Festival Ngadulag dan Takbir Keliling digelar untuk mengembalikan marwah malam Idul Fitri dengan tradisi menabuh bedug (ngadulag).
Pemerintah menggandeng masyarakat sebagai mitra untuk melaksanakan acara Festival Ngadulag dan Takbir Keliling, agar bisa lebih menjangkau generasi muda.
Kegiatan ini akan dibagi menjadi tiga zona, di antaranya:
- Zona 1 pesertanya dari Kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Tegalwaru, Pangkalan, Klari, Purwasari, Majalaya dan Ciampel. Lokasi kegiatan di depan kantor Bupati Karawang.
- Zona 2 pesertanya dari Kecamatan Cilamaya Wetan, Telagasari, Lemahabang, Tempuran, Cilamaya Kulon, Cikampek, Jatisari, Tirtamulya, Banyusari dan Kotabaru, dengan lokasi kegiatan di halaman Kantor Kecamatan Cikampek
- Zona 3 pesertanya dari Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Rawamerta, Jayakerta, Cilebar, Batujaya, Tirtajaya, Pedes, Cibuaya dan Pakisjaya. Lokasi kegiatan di Halaman Kantor Kecamatan Jayakerta.
Bupati menyampaikan terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi para peserta. Di antaranya, hanya musik takbiran yang diperbolehkan.
Pemerintah sebelumnya telah mengumumkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 April 2026. Sementara Muhammadiyah telah memutuskan 1 Syawal jatuh pada Jumat ini, dan mereka telah menggelar shalat Idul Fitri pada Jumat pagi.
Sementara itu, selain berasal dari takbir keliling, pengerah suara dari berbagai penjuru masjid di wilayah Karawang juga terdengar alunan takbir, menyambut 1 Syawal.







