Takbir Bergema di Tengah Hujan, Bupati Eman Suherman: Antusias Warga Majalengka Luar Biasa
Mutiara Suci Erlanti March 21, 2026 01:11 AM

 

Laporan Adim Mubaroq 


TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Hujan rintik yang mengguyur wilayah Majalengka tak menyurutkan semangat warga menyambut malam takbiran, Jumat (20/3/2026). 


Ribuan peserta tetap memadati ruas jalan di sekitar Pendopo Majalengka, mengikuti pawai takbir dengan berjalan kaki, membawa obor, serta melantunkan takbir yang menggema di tengah suasana basah dan dingin.

Pantauan di lokasi, jalanan yang licin akibat hujan justru memantulkan cahaya lampu kendaraan dan penerangan kota, menciptakan suasana hangat di tengah dinginnya malam.

Baca juga: Meriahnya Pawai Gema Takbir Sambut Lebaran Idul Fitri di Pendopo Bupati Indramayu

Peserta dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan hingga kelurahan, terlihat kompak mengenakan pakaian putih sambil berjalan beriringan.


Bupati Majalengka, Eman Suherman mengatakan meski cuaca kurang bersahabat, antusiasme masyarakat tetap tinggi.

Ia menyebut partisipasi warga dalam takbiran tahun ini sangat terasa, bahkan mayoritas peserta memilih berjalan kaki sesuai imbauan.


“Alhamdulillah, walaupun dalam suasana hujan rintik-rintik, antusiasme peserta takbir keliling dari OPD, kecamatan, dan kelurahan cukup tinggi. Bahkan mereka tetap semangat berjalan kaki,” kata Eman di lokasi. 


Turut hadir Sekda Majalengka Aeron Randi serta sejumlah kepala dinas dan Forkompinda. 

Baca juga: H-1 Lebaran, Jalur Pantura Cirebon ‘Memutih’, 577 Ribu Kendaraan Melintas, Didominasi Pemotor


Menurut Eman, hujan yang turun justru menjadi simbol keberkahan di malam kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.

Ia berharap momen takbiran ini menjadi penguat rasa syukur sekaligus pengingat untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik.


“Saya berharap hujan ini menjadi berkah di saat kebahagiaan kita tercapai. Setelah sebulan berpuasa, kita kembali ke fitrah, menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa,” tuturnya.


Ia juga mengajak masyarakat menjadikan gema takbir, tahmid dan tahlil sebagai bentuk rasa syukur, yang kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.


“Mari kita jadikan momentum Idul Fitri ini untuk evaluasi diri. Apa yang kurang, kita perbaiki ke depan, agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ucapnya.


Meski diguyur hujan, warga yang menyaksikan di sepanjang jalan tetap bertahan.

Sebagian terlihat menggunakan payung, sementara lainnya berteduh di pinggir jalan sambil menikmati suasana malam takbiran.


Malam takbiran ini menjadi penanda datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026). 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.