BOLASPORT.COM - Bernardo Tavares telah memimpin Persebaya Surabaya pada sembilan laga Super League 2025-2026.
Sebagai informasi, Bernardo Tavares resmi menjadi pelatih Persebaya pada 22 Desember 2025.
Kedatangan pelatih asal Portugal itu sempat membawa angin segara untuk Persebaya.
Bernardo Tavares mampu membantu Persebaya meraih empat laga beruntun tanpa terkalahkan.
Rinciannya yakni menang melawan Malut United (2-1), PSIM Yogyakarta (3-0), Bali United (3-1) dan ditahan Dewa United (1-1).
Laju positif Persebaya lalu sempat terhenti ketika dikalahkan Bhayangkara FC (1-2) dan Persijap (1-3).
Persebaya kemudian menunjukkan inkonsistensi di tiga laga terakhirnya.
Hasilnya yakni menang melawan PSM (1-0), ditahan Persib (2-2) dan dipermalukan Borneo FC (1-5).
Secara total, Bernardo Tavares telah menyumbangkan empat kemenangan, dua seri dan tiga kekalahan dalam sembilan laga bersama Persebaya.
Hasil ini kemudian mendapat komentar dari pengamat sepak bola Indonesia khususnya Persebaya yakni Kukuh Ismoyo.
Kukuh Ismoyo menilai Persebaya di era Bernardo Tavares merupakan tim yang tak bermain cantik,
Namun, Kukuh Ismoyo mengakui bahwa Persebaya sangat mematikan dalam hal serangan balik.
"Bertahan rapat, serangan balik cepat yang tidak berbeda dengan beberapa pendahulunya seperti Paul Munster dan Edu Perez."
"Memang, pemainan mungkin tidak terlalu cantik, tapi counter attack ala Tavares ini terasa cukup mematikan dibandingkan pendahulunya," kata Kukuh Ismoyo, dilansir BolaSport.com dari Surya.co.id.
Persebaya saat ini menempati peringkat ketujuh di klasemen Super League 2025-2026.
Bruno Moreira dkk tercatat mengumpulkan 39 poin dari 25 laga yang dijalani.
Kukuh Ismoyo percaya Persebaya bisa mengakhiri musim dengan bertengger di posisi empat besar.
Target tersebut bisa dikatakn tak akan mudah.
Pasalnya, Persebaya berjarak enam poin dari Malut United yang menempati posisi keempat.
Di sisi lain, laga Super League juga hanya tersisa sembilan laga saja.
"Jika Bonek bisa menerima permainan yang lebih defensif namun berujun tiga poin, maka mengakhhiri musim di peringkat 4 besar bukanlah mimpi di siang bolong," tuturnya.