Pintu Rumah Dinas Menkeu Purbaya Tertutup Saat Lebaran, Ogah Open House: Saya Lagi Ngirit
jonisetiawan March 21, 2026 05:51 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah tradisi Lebaran yang identik dengan kemeriahan, jamuan terbuka, dan silaturahmi besar-besaran, muncul keputusan yang cukup mengejutkan dari lingkar kekuasaan.

Tahun ini, suasana Idul Fitri tampaknya akan terasa lebih sederhana, bahkan di kalangan pejabat tinggi negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terang-terangan menyatakan dirinya tidak akan menggelar open house seperti tahun-tahun sebelumnya.

Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari sikap hemat di tengah situasi yang menuntut kepekaan sosial.

Baca juga: Purbaya Borong Batik 10 Juta saat Kunjungi Malioboro, Tak Tega Menawar Harga Karya Pengrajin

“Saya Ngirit-ngirit”

Dengan nada santai namun penuh makna, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasannya.

"Enggak (open house) kayaknya. Saya ngirit-ngirit," kata Purbaya di Kompleks Istana, Jakarta.

Ia bahkan sempat melontarkan candaan yang menyiratkan adanya imbauan lebih luas terkait hal tersebut.

"Enggak boleh katanya open house," ucapnya.

Pernyataan ini sekaligus menggambarkan adanya perubahan pola perayaan di kalangan pejabat, yang kini lebih menekankan kesederhanaan dibanding kemewahan.

Lebaran di Kantor Pajak

Alih-alih menggelar acara besar, Purbaya Yudhi Sadewa memilih menjalani momen Idul Fitri secara lebih sederhana. Ia menyebut akan melaksanakan shalat Idul Fitri di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

"Saya di pajak, Kantor Pusat Pajak," ungkapnya.

Pilihan ini mencerminkan perubahan suasana Lebaran yang lebih bersahaja di kalangan pejabat negara.

KATA MENKEU PURBAYA - Menkeu Purbaya tak
KATA MENKEU PURBAYA - Menkeu Purbaya memilih tidak mengadakan acara Lebaran dan mengaku “ngirit-ngirit” sebagai bentuk kesederhanaan. (Kompas.com)

Imbauan Presiden: Jangan Berlebihan

Keputusan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya mengingatkan agar perayaan Lebaran tidak dilakukan secara berlebihan.

"Kita juga harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," ujar Prabowo.

Menurutnya, kondisi bangsa saat ini menuntut empati, terutama kepada masyarakat yang tengah menghadapi berbagai kesulitan, termasuk dampak bencana di sejumlah daerah.

"Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat," ucap dia.

Baca juga: Jawaban Purbaya Dihujani Protes Ibu-Ibu Soal MBG: Tolong Dihentikan Pak, Ganti dengan Uang Tunai

Antara Kesederhanaan dan Perputaran Ekonomi

Meski mengimbau kesederhanaan, Prabowo Subianto tetap mengingatkan bahwa aktivitas ekonomi tidak boleh berhenti total.

"Tapi, kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan," imbuh Prabowo.

Pernyataan ini menunjukkan keseimbangan yang ingin dijaga pemerintah: antara empati sosial dan keberlangsungan ekonomi.

Lebaran yang Lebih Reflektif

Keputusan Purbaya Yudhi Sadewa untuk tidak menggelar open house menjadi simbol perubahan cara pandang dalam merayakan hari besar.

Bukan lagi soal kemewahan atau keramaian, tetapi tentang kepekaan, pengendalian diri, dan memberi contoh kepada masyarakat.

Lebaran tahun ini pun berpotensi menjadi lebih sunyi namun justru lebih bermakna.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.