Takbir Menggema di Himpang Lima Habang, Ribuan Warga Tumpah Ruah Salat Idulfitri Bersama
Ardhina Trisila Sakti March 21, 2026 10:03 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Suara takbir berkumandang, menggema dari pengeras suara yang terpasang di sudut-sudut Himpang Lima Habang, Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (21/3/2026) pagi. “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar…” lantunan itu berulang, membelah pagi yang masih diselimuti udara sejuk.

Langit tampak cerah, semburat cahaya matahari perlahan muncul dari ufuk timur. Memantulkan warna keemasan di atas hamparan lapangan yang luas. Di bawahnya, masyarakat mulai berdatangan. Ada yang berjalan kaki bersama keluarga, ada pula yang berboncengan sepeda motor.

Dengan mengenakan pakaian terbaik mereka, baju koko putih bersih, mukena berwarna, hingga anak-anak dengan pakaian baru yang terlihat masih kaku. Langkah demi langkah mengalir menuju satu titik, Himpang Lima Habang.

Di antara kerumunan, terlihat para orangtua menggandeng anak-anaknya. Sesekali berhenti untuk merapikan peci atau membenarkan kerudung. Senyum-senyum kecil saling bertukar, sapaan hangat terdengar di sana-sini. Takbir terus berkumandang, bersahut-sahutan dengan suara burung yang beterbangan di atas lapangan. 

20260321 Penyelenggaraan salat Idulfitri di Himpang Lima Habang
Penyelenggaraan salat Idulfitri di Himpang Lima Habang perdana dilakukan usai pembangunan rampung dikerjakan sejak beberapa tahun terakhir.

Angin pagi berhembus pelan, mengibaskan sajadah yang mulai digelar rapi berbaris menghadap kiblat. Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid bersama keluarga beserta Wakil Bupati, Debby Vita Dewi turut hadir di tengah masyarakat. Mereka berdiri sejajar tanpa sekat. Ia memandang ke sekeliling, menyaksikan sendiri antusiasme warga yang memenuhi kawasan tersebut.

Tak lama kemudian, barisan jamaah mulai tersusun rapi. Hamparan sajadah membentuk garis-garis lurus yang memanjang. Suara takbir perlahan mereda, berganti dengan suasana khusyuk yang menyelimuti. Ketika imam mengangkat tangan dan takbir pertama dikumandangkan, ribuan jamaah serentak mengikuti. Gerakan yang sama, waktu yang sama, dalam satu kesatuan yang begitu terasa kuat.

Usai salat, suasana berubah menjadi hangat. Orang-orang saling bersalaman, berpelukan, dan mengucapkan maaf. Tawa kecil bercampur haru terdengar di berbagai sudut. Beberapa terlihat menitikkan air mata, larut dalam suasana Idulfitri yang penuh makna.

“Alhamdulillah, Himpang Lima Habang bisa digunakan untuk berbagai macam fungsi untuk kebaikan masyarakat,” ujarnya kepada Bangkapos.com.

Bagi Riza Herdavid, pelaksanaan salat Idulfitri di lapangan terbuka bukan hanya mengikuti sunah. Tetapi juga menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Keputusan itu lahir dari diskusi panjang bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), serta pengurus masjid. 

Melalui proses diskusi bersama, akhirnya kawasan tersebut dipilih sebagai lokasi yang dinilai representatif dan strategis.  Pada hari pelaksanaan, ribuan masyarakat tampak memadati kawasan tersebut sejak pagi hari. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya jamaah yang datang untuk mengikuti salat Idulfitri berjamaah di ruang terbuka tersebut.

“Seperti kita lihat sendiri, masyarakat berdatangan dan hadir bersama melaksanakan salat Idulfitri di Himpang Lima Habang,” ujar Riza Herdavid.

Momentum Idulfitri, lanjut Riza Herdavid, turut dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan saling memaafkan. Ia, mewakili Forkopimda Bangka Selatan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.

“Harapan kami momentum hari raya Idulfitri tahun ini, mewakili Forkopimda memohon kiranya membuka pintu maaf. Minal aidzin walfaidzin bagi yang merayakan,” ujarnya.

Lebih jauh, Riza menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator bahwa Himpang Lima Habang berpotensi menjadi lokasi alternatif pelaksanaan salat Idulfitri pada tahun-tahun mendatang. Namun demikian, ia menegaskan bahwa evaluasi tetap diperlukan untuk menyempurnakan pelaksanaan ke depan.

“Kalau melihat antusiasnya sekarang ini bisa menjadi opsi salat Idulfitri dilakukan di Himpang Lima Habang. Inovasi itu penting, tapi harus melalui kajian,” katanya.

Ia menambahkan, setiap kekurangan dalam pelaksanaan tahun ini akan menjadi bahan perbaikan agar kegiatan serupa dapat berjalan lebih maksimal di masa mendatang.

“Kalaupun ada kelemahan, apa yang perlu kita perbaiki dan tingkatkan sehingga hasilnya bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Pemanfaatan Himpang Lima Habang sebagai pusat kegiatan keagamaan ini menjadi langkah inovatif pemerintah daerah dalam menghidupkan fungsi ruang publik. Selain memperkuat nilai religius, kegiatan tersebut juga dinilai mampu meningkatkan interaksi sosial dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat Bangka Selatan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan ruang publik demi mendukung berbagai aktivitas masyarakat, baik keagamaan, sosial, maupun budaya.

“Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin bagi yang merayakan,” pungkas Riza Herdavid.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.