Pesan Idulfitri 1447 H dari Istiqlal: Rawat Kerukunan dan Berantas Korupsi
Darwin Sijabat March 21, 2026 11:48 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Ribuan jemaah memadati Masjid Istiqlal untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 H pada Sabtu (21/3/2026). 

Dalam kesempatan khidmat tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhadi Hasan, yang bertindak sebagai khatib.

Khatib menyampaikan pesan mendalam mengenai integrasi nilai-nilai spiritual Idulfitri dengan komitmen kebangsaan dan kemanusiaan universal.

Noorhadi menekankan Idulfitri harus menjadi momentum untuk mengapresiasi sekaligus mendukung langkah-langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa. 

Ia menyoroti berbagai program prioritas pemerintah yang dinilai krusial bagi masa depan Indonesia yang lebih adil dan sehat.

Apresiasi Program Strategis Nasional

Dalam khutbahnya, Noorhadi merinci beberapa kebijakan yang menyentuh langsung aspek fundamental masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi hingga pemenuhan gizi.

"Program-program prioritas yang dijalankan pemerintah, seperti peningkatan kerukunan, pemberantasan korupsi, peningkatan mutu dan sarana-prasarana pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih, dan pemenuhan gizi masyarakat melalui Makan Bergizi Gratis," ujar Hasan di hadapan jemaah Istiqlal.

Ia menegaskan langkah-langkah ini merupakan fondasi penting menuju bangsa yang sejahtera. 

Baca juga: Makna Idulfitri 1447 H Bagi Jokowi: Kesabaran dan Memaafkan

Baca juga: Trump Amuk NATO, Sebut Macan Kertas Pengecut Hadapi Blokade Iran 

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada integritas manusia yang menjalankannya. 

Menurutnya, dibutuhkan figur-figur yang bekerja dengan sungguh-sungguh serta menjunjung tinggi nilai moral dan amanah, baik dalam hubungan sesama manusia maupun menjaga keseimbangan alam.

Diplomasi Kemanusiaan dan Palestina

Selain isu domestik, Noorhadi juga menyoroti peran aktif Indonesia di panggung internasional, terutama terkait konsistensi dalam membela hak-hak kemanusiaan di kancah global.

"Oleh karena itu, kita juga patut mengapresiasi berbagai langkah diplomasi kemanusiaan yang terus diupayakan oleh pemerintah dalam mendukung terwujudnya perdamaian dunia, termasuk komitmen yang konsisten dalam memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina," tuturnya.

Langkah diplomasi ini, lanjut Hasan, tercermin dalam inisiatif diplomatik dan partisipasi aktif Indonesia di berbagai forum perdamaian internasional. 

Ia menutup khutbahnya dengan menekankan esensi kemenangan Idulfitri yang sesungguhnya.

"Idulfitri juga mengajarkan kepada kita bahwa kemenangan sejati adalah kemenangan yang melahirkan perdamaian berkelanjutan bagi seluruh umat manusia," pungkasnya.

Wapres Gibran Salat Id di Istiqlal

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menjalankan Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal. Gibran ditemani anaknya, Jan Ethes Sinarendra.

Selain itu, sejumlah pejabat tinggi negara juga mengikuti salat Id di Masjid Istiqlal pagi ini. 

Di antaranya: Ketua MPR Ahmad Muzani,  Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang, hingga Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.

Kemudian ada pula Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudi, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. 

Baca juga: Makna Idulfitri 1447 H Bagi Jokowi: Kesabaran dan Memaafkan

Baca juga: Salat Id di Kantor Wali Kota Jambi, Jemaah Meluber hingga Luar Area

Baca juga: Bandara Jambi Butuh 47.000 Liter per Hari Selama Lebaran 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.