Berita Populer Palangka Raya, Pawai Malam Takbiran Idul Fitri 2026 Tetap Meriah meski Diguyur Hujan
Sri Mariati March 21, 2026 10:05 AM

Soal Salat Id Jemaah Lebih Awal di Palangka Raya, Ini Penjelasan Kakanwil Kemenag Kalteng



 

WAWANCARA - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah, M Yusi Abdhian saat ditemui TribunKalteng.com di Kanwil Kemenag Kalteng.
WAWANCARA - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah, M Yusi Abdhian saat ditemui TribunKalteng.com di Kanwil Kemenag Kalteng.(Istimewa/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Sejumlah jemaah dari Majelis Asy-Syifa Palangka Raya, lebih dahulu melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di lapangan Twins Mini Soccer kawasan RRI Palangka Raya, Kamis (19/3/2026) pagi, berdasarkan keyakinan bahwa 1 Syawal telah jatuh pada hari itu. 

Pelaksanaan salat Id tersebut dilakukan dengan merujuk pada metode rukyat global, yakni menerima hasil pengamatan hilal dari negara muslim lain yang dinilai telah melihat bulan baru.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah, M Yusi Abdhian mengatakan, praktik semacam itu memang muncul dari kelompok yang menggunakan pendekatan kalender hijriah global tunggal.

Menurut Yusi, keyakinan semacam itu merupakan bagian dari pemahaman keagamaan yang berkembang di masyarakat dan tidak bisa dipisahkan dari perbedaan metode penetapan awal bulan hijriah.

“Dengan pertimbangan kalender hijriah global tunggal, itu yang mereka jadikan patokan untuk hari berbuka atau berhari raya,” ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Kamis (19/3/2026).


Baca Selengkapnya



Malam Takbiran Idul Fitri 2026 di Palangka Raya Diguyur Hujan, Prediksi BMKG Hingga Malam Nanti



 

HUJAN SEDANG - Hujan guyur Palangkaraya. BMKG Palangkaraya memperkirakan hujan sedang hingga lebat pada malam takbiran 2026.
HUJAN SEDANG - Hujan guyur Palangkaraya. BMKG Palangkaraya memperkirakan hujan sedang hingga lebat pada malam takbiran 2026.(Tribunkalteng.com / Herman Antoni Saputra)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Sore hingga petang ini, hampir seluruh wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) diguyur hujan lebat hingga ringan.

Kondisi ini juga bertepatan hari terakhir bulan Ramadan atau Malam Takbiran, dilakukan sebelum Idul Fitri yang ditetapkan pemerintah pada besok Sabtu (21/3/2026).

Berdasarkan Prakiraan Cuaca BMKG atau Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Kalteng, hujan akan mengguyur hampir wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kota Cantik.

Sebelumnya Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Ika mengatakan, pada 18 Maret 2026, potensi hujan mayoritas terjadi saat siang hingga malam, seperti di Sukamara, Sampit, Puruk Cahu, Tamiang Layang, Pangkalan Bun, Palangka Raya, Nanga Bulik, Muara Teweh, serta Kasongan.

Sedangkan daerah lainnya, hujan diprediksi terjadi pada pagi menjelang siang. Cuaca hujan tersebut, kata Ika, diprediksi masih bertahan hingga 19 Maret 2026.


Baca Selengkapnya



Hujan, Pawai Takbiran di Palangka Raya Tetap Meriah, Miniatur Masjid dan Replika Unta Jadi Sorotan



 

>>> style="width: 100%;border-radius: 0.5rem;padding: 0;" loading="lazy">
PAWAI TAKBIRAN - Kendaraan hias bernuansa Islami melintas dalam Pawai Takbiran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Palangka Raya, Jumat (20/3/2026) malam.PAWAI TAKBIRAN - Kendaraan hias bernuansa Islami melintas dalam Pawai Takbiran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Palangka Raya, Jumat (20/3/2026) malam.PAWAI TAKBIRAN - Kemeriahan Pawai Takbiran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Palangka Raya, Jumat (20/3/2026) malam.(Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal ZulkarnainTribunkalteng.com/Muhammad Iqbal ZulkarnainTribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA — Pelaksanaan Pawai Takbiran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kota Palangka Raya tetap berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan pada Jumat (20/3/2026) malam WIB.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang tetap memadati pinggir jalan untuk menyaksikan jalannya pawai. 

Di sejumlah titik ruas jalan yang dilalui peserta, warga tampak berdiri sambil membawa payung. 

Sebagian memilih berteduh di tepi trotoar, namun tetap bertahan menyaksikan iring-iringan kendaraan hias yang melintas satu per satu di tengah rintik hujan.

Sejumlah kendaraan tampil dengan dekorasi bernuansa Islami yang mencuri perhatian. 


Baca Selengkapnya



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.