Gemuruh Takbir Menggema, Malam Lebaran di Belinyu Dipadati Warga
Ardhina Trisila Sakti March 21, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Suara takbir mulai terdengar bersahut-sahutan di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Jumat (20/3/2026) malam.

Sejak selepas sholat Isya, warga sudah memadati kawasan rumah dinas camat untuk mengikuti takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Iring-iringan takbir keliling dibuka oleh mobil patroli kepolisian yang berjalan di barisan paling depan. Di belakangnya, puluhan kendaraan roda empat yang telah dihias mulai bergerak perlahan, diikuti ratusan kendaraan roda dua yang turut mengiringi.

Di bagian paling belakang, mobil ambulans disiagakan sebagai bentuk pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Dari titik start di rumah dinas camat, rombongan melintasi sejumlah ruas jalan utama di antaranya Jalan Singayudha, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Yos Sudarso menuju Pantai Putat dan pintu gerbang Lanal, kemudian berlanjut ke Jalan Pahlawan XII, Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan H. Agus Salim (Masjid Jami), Jalan Gajah Mada, hingga kembali ke titik awal.

Sepanjang rute, warga terlihat berdiri di pinggir jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta. Tidak sedikit yang datang bersama keluarga, bahkan ada yang sudah menunggu sejak pukul 19.00 WIB. Saat rombongan mulai bergerak, jalanan Belinyu langsung dipadati kendaraan dan masyarakat yang ikut mengiringi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah kendaraan roda empat yang ikut sekitar 50 hingga 70 unit. Sementara kendaraan roda dua yang mengiringi diperkirakan mencapai lebih dari 500 unit.

Camat Belinyu, Firmansyah, mengatakan pelaksanaan takbir keliling tahun ini tidak membatasi jumlah peserta.

“Tidak ada pembatasan, siapapun boleh ikut meramaikan. Ini memang sudah menjadi tradisi masyarakat Belinyu setiap tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rute takbir keliling tahun ini mengalami penyesuaian berdasarkan hasil rapat bersama unsur terkait.

“Tahun ini tidak melewati Gunung Muda dan difokuskan di dalam kota. Namun rute ke Tanjung Gudang kembali dilalui, menyesuaikan kondisi lalu lintas,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan kendaraan truk sebenarnya tidak diperbolehkan. Namun di lapangan masih ditemukan beberapa yang ikut secara spontan.

“Kedepan ini akan menjadi evaluasi agar pelaksanaan lebih tertib lagi,” tambahnya.

Dari sisi pengamanan, kegiatan ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, Pramuka, hingga organisasi masyarakat. Kanit Binmas Polsek Belinyu, Aiptu Zaki Jamalulail, menyebutkan sekitar 200 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya kegiatan.

“Dari kepolisian ada 33 personel, dan total gabungan sekitar 200 personel. Pengamanan difokuskan di titik kumpul, persimpangan, serta jalur yang dilalui peserta,” katanya.

Ia mengatakan, meski terjadi kepadatan di beberapa titik, kondisi masih dapat dikendalikan.

“Memang ramai, tapi masih terkendali karena setiap titik sudah ada petugas. Sejauh ini belum ada laporan insiden,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan tahun ini juga dinilai lebih tertib dibanding tahun sebelumnya.

“Sekarang lebih rapi, peserta juga lebih tertib dan tidak banyak yang menyalakan petasan,” tambahnya.

Salah satu peserta, Solihin, mengaku rutin mengikuti takbir keliling setiap tahun bersama timnya.

“Ini memang sudah kami persiapkan setiap tahun, termasuk menghias kendaraan dan menyiapkan tim,” ujarnya.

Ia menilai suasana takbiran tahun ini terasa lebih meriah.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang lebih ramai. Mungkin karena kondisi ekonomi masyarakat juga sudah lebih baik,” katanya.

Sementara itu, seorang penonton, Filla Rediva, mengatakan ia bersama temannya sudah berada di lokasi sejak sebelum kegiatan dimulai.

“Kami datang dari sekitar jam tujuh, supaya tidak terjebak macet. Tahun ini memang terasa lebih ramai, mungkin karena banyak perantau yang pulang,” ujarnya.

Ia juga menilai kegiatan tahun ini berjalan lebih tertib meski sempat terjadi kemacetan di beberapa titik.

“Macet memang ada, tapi masih wajar. Secara keseluruhan lebih tertib dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Suara takbir yang keluar dari pengeras suara kendaraan terus menggema sepanjang jalan. Cahaya lampu kendaraan, suara klakson, dan teriakan anak-anak yang ikut mengiringi menambah semarak malam takbiran di Belinyu.

Tradisi tahunan ini kembali menjadi momen berkumpulnya masyarakat, baik yang ikut serta maupun yang hanya menyaksikan, dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

(Bangkapos.com/Rindu Venisa Valensia)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.