TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana hangat mewarnai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Pantauan tribunjateng.com, tak hanya umat Islam yang memadati kawasan masjid untuk melaksanakan salat id, sejumlah tokoh dan komunitas lintas agama turut hadir menyambangi jemaah usai ibadah.
Rombongan lintas agama itu dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Robertus Rubiyatmoko, yang datang bersama berbagai perwakilan komunitas keagamaan.
Baca juga: Salat Idulfitri di Lawang Sewu, Eni Lepas Rindu Setelah 30 Tahun Merantau
Kehadiran mereka disambut hangat oleh ribuan jemaah yang baru saja menunaikan salat Id.
Rubi menyebut, kehadiran umat lintas agama tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang pengalamannya berkunjung ke MAJT.
“Berbagai macam komunitas agama lengkap hari ini. Bahkan kalau saya hitung ini kelompok yang paling besar dalam sejarah saya ke sini. Luar biasa, bahkan ada yang seragam,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran tersebut merupakan bentuk kegembiraan sekaligus komitmen untuk menjaga hubungan harmonis antarumat beragama.
“Ini sebagai ungkapan kegembiraan kami menyambut Hari Raya Idulfitri. Bagi kami, ini kesempatan yang kami nanti-nantikan setiap tahun untuk bisa berkumpul dengan teman-teman Muslim, berkunjung, dan membangun persaudaraan,” katanya.
Menurutnya, Idulfitri juga memiliki makna khusus bagi umat Kristiani, khususnya Katolik, sebagai momentum mempererat nilai kekeluargaan.
“Hari ini pun di rumah saya juga ada open house untuk merayakan Idulfitri. Bagi kami orang-orang Kristiani, Katolik khususnya, ini juga peristiwa yang istimewa karena menjadi peristiwa kekeluargaan,” ucapnya.
Ia menambahkan, tradisi saling berkunjung dan bersilaturahmi lintas agama perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari kekuatan sosial bangsa.
“Maka inilah yang kami upayakan untuk selalu bertandang, berkunjung, bersilaturahmi, membangun kebersamaan dan kekeluargaan. Ini juga kesempatan yang sangat indah untuk membangun kesatuan bangsa,” tegasnya.
Rubiyatmoko juga mengapresiasi suasana toleransi di Jawa Tengah yang dinilainya kondusif dan menjadi contoh kehidupan harmonis.
“Kita bersyukur bahwa di Jawa Tengah ini suasana kehidupan bersama sangat kondusif, saling mendukung satu sama lain. Ini menjadi kebanggaan kita,” ujarnya.
Ia mengaku terkesan bisa langsung berinteraksi dengan jamaah usai salat id.
“Kunjungan kami ke sini, apalagi bisa salaman dengan umat yang habis sembahyang, menjadi kesempatan yang sangat indah. Kami merasa semakin dekat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari umat Islam di MAJT.
“Terima kasih atas penyambutan yang sangat indah dan meriah. Kami sungguh-sungguh diterima dengan sukacita. Matur nuwun, dan Sugeng Riyadi Idulfitri, mohon maaf lahir batin,” kata dia. (arl)
Baca juga: Idulfitri di Pati: Plt Bupati Ajak Warga Jaga Kedamaian Usai Insiden "Tongtek Maut"