Ancaman Serius, CEO Rosatom Peringatkan Risiko Dampak Nuklir setelah Serangan di PLTN Bushehr Iran
Dharma Aji Yudhaningrat March 21, 2026 11:42 AM

CEO Rosatom, Alexei Likhachev, menanggapi serangan di dekat PLTN Bushehr Iran.

Ia menilai ledakan di area non-nuklir tetap berbahaya karena bisa menjadi awal ancaman terhadap keselamatan fasilitas nuklir.

Tanggapan ini disampaikan saat Ia berbicara di Moskow, Rabu ( 18/3).

Likhachev memperingatkan risiko radiasi regional jika terjadi kecelakaan serius dan mendesak perlindungan penuh fasilitas nuklir.

Ia juga mengungkap persiapan evakuasi sebagian staf Rusia, sementara pembangkit tetap beroperasi dengan tanggung jawab pihak Iran.

"Peluru itu meledak, merusak salah satu bangunan. Ini tidak terkait dengan siklus nuklir, ini adalah bagian dari kompleks meteorologi, tetapi sebuah preseden berbahaya telah tercipta. Sesuatu yang kemarin tampak tidak dapat diterima dan tak terbayangkan, telah terjadi, dan selain reaksi kami dan IAEA, kami praktis tidak mendengar apa pun dari pihak lain," tegasnya.

Sementara, IAEA mengonfirmasi serangan terjadi sekitar 350 meter dari reaktor yang masih beroperasi.

"Unit kedua sekarang berada dalam fase konstruksi yang sangat aktif, dan banyak yang telah dilakukan pada unit ketiga. Jadi, peralatan yang sudah dikirim ke lokasi harus dipantau. Pembangkit listrik ini dioperasikan oleh personel Iran. Secara harfiah, hanya beberapa rekan kita yang terlibat dalam pekerjaan ini. Tetapi ini adalah tanggung jawab operator Iran. Saat ini pembangkit tersebut beroperasi dengan daya penuh, menyediakan sebagian besar pasokan listrik Iran," tambahnya.

"Setiap serangan terhadap atau di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir melanggar tujuh prinsip dasar keselamatan nuklir selama konflik bersenjata dan tidak boleh terjadi sama sekali," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan, mengutip Direktur Jenderal Rafael Grossi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.