Saat bersilaturahmi dalam rangka lebaran, biasanya banyak makanan ditawarkan oleh tuan rumah. Sebelum menerimanya, perhatikan etika bertamu agar selalu sopan.
Momen Idul Fitri diwarnai dengan tradisi silaturahmi yang hangat. Pada momen silaturahmi ke rumah kerabat dekat, biasanya banyak makanan yang juga dihidangkan.
Bagi tuan rumah, rasanya belum lengkap jika tak makan bersama tamu. Namun untuk tamu juga tak disarankan sembarangan mengambil makanan di rumah yang dikunjungi.
Dalam suasana seperti ini, tawaran makanan bukan sekadar basa-basi. Penawarannya menjadi simbol penghormatan sekaligus berbagi kebahagiaan yang dilakukan tuan rumah.
Saat bersilaturahmi ke rumah orang, perhatikan adab saat ditawari makanan. Foto: iStock
|
Sebagian tamu ada yang dengan santai menerima tawaran tersebut, tetapi tidak sedikit juga yang menolak. Alasan sudah kenyang atau merasa canggung membuat seseorang menolak tawaran makan tuan rumah yang dikunjungi.
Dikutip dari berbagai sumber, perlu dipahami bahwa ada etika yang harus diperhatikan ketika bertamu, apalagi ditawari makanan. Sebelum mulai makan, tamu biasanya menunggu hingga dipersilakan.
Selama menikmati hidangan, percakapan ringan menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Komentar yang disampaikan baiknya bernada positif, sebagai bentuk apresiasi terhadap hidangan yang telah disiapkan.
Selain itu, tamu juga menunjukkan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan di setiap rumah. Cara makan, penggunaan alat makan, hingga suasana penyajian bisa berbeda-beda.
Jangan ambil makanan sebelum ditawarkan. Foto: Getty Images/Tirachard
|
Di tengah padatnya kunjungan saat Idul Fitri, tamu umumnya menjaga porsi makan agar tidak berlebihan. Hal ini dilakukan agar tetap dapat menghargai jamuan di tempat lain yang juga akan dikunjungi.
Sikap ini menunjukkan keseimbangan antara menikmati hidangan dan menjaga etika dalam bersilaturahmi. Selama makan, perilaku juga harus tetap dijaga.
Upayakan, sebagai tamu, tidak berbicara dengan mulut penuh. Hindari juga sikap yang dapat mengganggu kenyamanan.
Namun tak ada salahnya juga jika ingin menolak tawaran makan, hanya saja gunakan bahasa dan nada yang sopan. Ketika kunjungan berakhir, jangan lupa mengucapkan terima kasih.









