TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menerapkan rencana Presiden Prabowo Subianto yang mempertimbangkan penerapan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM), imbas perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan kebijakan WFH sudah ditetapkan di lingkungan Pemprov Jabar sejak beberapa bulan lalu.
Kebijakan tersebut, kata Dedi, mengikuti arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
"WFH di Jabar kan sudah berjalan. Selama ini kita bisa menurunkan anggaran listrik, penggunaan internet, kemudian penggunaan telepon, air, itu kan dari WFH. Kita kan sudah," ujar Dedi, Sabtu (21/3/2026).
Dedi menjelaskan, pola kerja ASN di Jawa Barat dibagi dalam satu pekan, dengan kombinasi kerja di kantor dan WFH.
Penerapan tersebut, kata dia, tidak bersifat kaku karena disesuaikan dengan kondisi pekerjaan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Baca juga: Dedi Mulyadi Akan Pangkas Belanja Pegawai Jabar Jadi 20 Persen, Prioritaskan Anggaran untuk Rakyat
Saat ini, jadwal ASN di lingkungan Pemprov Jabar yang bekerja dari kantor mulai Senin hingga Rabu. Sementara pada Kamis dan Jumat diberlakukan WFH, namun tetap bisa berubah sesuai kebutuhan.
"Tapi ya nanti kita lihat kan tergantung turun naiknya pekerjaan," ucapnya.
Jika beban kerja meningkat, ASN diminta tetap masuk kantor setiap hari. Sebaliknya, jika pekerjaan sedang tidak banyak, maka WFH bisa diterapkan, kecuali untuk layanan publik yang harus tetap berjalan langsung.
"Kalau pekerjaannya lagi tinggi, ya masuk dong tiap hari. Kalau pekerjaannya lagi turun, nggak ada pekerjaan kegiatan, kecuali yang layanan ya WFH," katanya.
Dedi menegaskan, sistem ini sudah berjalan cukup lama dan dinilai efektif dalam menjaga pelayanan sekaligus menekan penggunaan energi.
Sehingga, ketika rencana Presiden diterapkan maka Jawa Barat tidak perlu banyak penyesuaian, karena pola kerja tersebut sudah lebih dulu diterapkan di wilayahnya.
"Kita sudah berjalan lama," katanya.